PADEK.JAWAPOS.COM -- Persoalan infrastruktur jalan, kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Pasaman, hingga pemerataan pembangunan menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Koordinator Daerah II Sumatera Barat dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sabtu (20/6).
Audiensi yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pasaman tersebut mendapat apresiasi dari mahasiswa karena Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap membuka ruang dialog dan menerima aspirasi meskipun berlangsung pada hari libur.
Aliansi BEM yang hadir terdiri dari mahasiswa STAI Lubuk Sikaping, ITS Khatulistiwa, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat dan IAI YAPTIP. Pertemuan dipimpin Koordinator Wilayah II BEM Sumatera Barat, Ridho Kurnia.
Turut hadir mendampingi Bupati Pasaman Welly Suhery, Staf Ahli Bupati Ikhsan, Hendra Kurniawan dan William Hutabarat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asrial Arfandi Hasan, Asisten Administrasi Umum Roichard, Kepala Bappeda Silfia Evayanti, Kepala Dinas Pendidikan Muslim, Kepala Dinas PUPR Choiruddin Batubara, Kepala Dinas Kesehatan Yong Marzuhaili, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala Dinas Sosial Arma Putra, Ketua Baznas Pasaman Asnil, Kepala BKPSDM Deswin Adia Putra, Kepala Bakeuda M Yasrin, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup (PRKPPLH) Hasrizal, perwakilan Dinas KUPTK, Dinas Pertanian, serta sejumlah kepala OPD lainnya.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan hidup di tengah kondisi efisiensi fiskal yang sedang dihadapi daerah.
Ridho Kurnia menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai kontrol sosial yang mengawal jalannya pembangunan daerah. Karena itu, pemerataan pembangunan dan peningkatan infrastruktur dinilai harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Selain infrastruktur, mahasiswa juga menyoroti kualitas pelayanan kesehatan dan kelengkapan fasilitas medis di RSUD Pasaman.
“Masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke rumah sakit swasta dibandingkan RSUD. Kami melihat persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dari sisi pelayanan,” ujar Ridho.
Mahasiswa juga mempertanyakan perkembangan realisasi program rumah layak huni yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
Presiden Mahasiswa STAI YDI Lubuk Sikaping, Khairum Min Alfissyahrin, menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah Pasaman yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
Hal senada disampaikan perwakilan mahasiswa UNU Sumatera Barat, Haikal. Menurutnya, persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada mahasiswa.
“Kami berharap berbagai persoalan ini dapat dikaji secara komprehensif sehingga menghasilkan solusi yang tepat demi kemajuan Kabupaten Pasaman,” katanya.
Sementara itu, Ketua BEM ITS Khatulistiwa, Rengga, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan sekaligus mendorong penguatan perguruan tinggi yang ada di Pasaman agar semakin diminati generasi muda.
“Ketika anak-anak Pasaman memilih melanjutkan pendidikan di daerah sendiri, secara tidak langsung mereka turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyatakan dukungan terhadap visi pembangunan “Pasaman Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan” serta siap terlibat dalam pengawasan pembangunan apabila diberikan ruang oleh pemerintah daerah.
Menanggapi berbagai masukan itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan saran yang konstruktif dari mahasiswa maupun masyarakat.
“Niat baik adik-adik mahasiswa tentu kami dukung. Pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang konstruktif demi mewujudkan visi dan misi pembangunan Pasaman dalam lima tahun ke depan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ekonomi maupun perlindungan anak,” kata Welly.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya minta pelayanan di rumah sakit dan puskesmas terus ditingkatkan. Selain itu, sosialisasi berbagai program dan layanan pemerintah kepada masyarakat harus lebih maksimal agar informasi dapat diakses dengan mudah,” tegasnya.
Welly menjelaskan berbagai program yang dijalankan Pemkab Pasaman, termasuk program berobat gratis dan pelayanan bajak gratis, disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta data yang akurat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Terkait pembangunan infrastruktur, Welly menyebut pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen utama pemerintah daerah. Sejumlah wilayah seperti Rao Utara, Mapat Tunggul, Mapat Tunggul Selatan dan Dua Koto menjadi daerah prioritas yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Namun, pemerintah terus berupaya memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, mengapresiasi dialog yang terjalin antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agent of change sekaligus penyambung aspirasi masyarakat dalam mengawal pembangunan.
“Pemkab Pasaman sangat terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif demi kemajuan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan Pasaman Bangkit, Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan menjadi cita-cita bersama di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian,” ungkapnya.
Audiensi ditutup dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah serta foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga komunikasi dan kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Pasaman. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril