Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BEM Sumbar Soroti Infrastruktur dan Layanan RSUD, Bupati Welly: Pemkab Terbuka terhadap Kritik dan Aspirasi Mahasiswa

Willian. • Senin, 22 Juni 2026 | 07:35 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi staf ahli, para asisten dan jajaran Pemkab Pasaman menerima perwakilan mahasiswa dalam audiensi di Rumah Dinas Bupati Pasaman, Sabtu (20/6). (DOK Diskominfo Pasaman)
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi staf ahli, para asisten dan jajaran Pemkab Pasaman menerima perwakilan mahasiswa dalam audiensi di Rumah Dinas Bupati Pasaman, Sabtu (20/6). (DOK Diskominfo Pasaman)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Persoa­lan infrastruktur jalan, kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Pasaman, hingga pemerataan pembangunan menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Aliansi Ba­dan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Koordinator Daerah II Sumatera Barat dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sabtu (20/6).

Audiensi yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pasaman tersebut mendapat apresiasi dari mahasiswa ka­rena Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap membuka rua­ng dialog dan menerima aspirasi meskipun berlangsung pada hari libur.

Aliansi BEM yang hadir terdiri dari mahasiswa STAI Lubuk Sikaping, ITS Khatulistiwa, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat dan IAI YAPTIP. Pertemuan dipimpin Koordinator Wilayah II BEM Sumatera Barat, Ridho Kurnia.

Turut hadir mendampingi Bupati Pasaman Welly Suhery, Staf Ahli Bupati Ikhsan, Hendra Kurniawan dan William Hutabarat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahte­raan Rak­yat Asrial Arfandi Ha­san, Asisten Administrasi Umum Roichard, Kepala Bap­peda Silfia Evayanti, Kepala Dinas Pendidikan Muslim, Kepala Dinas PUPR Choiruddin Batubara, Kepala Dinas Kesehatan Yong Marzuhaili, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala Dinas Sosial Arma Putra, Ketua Baznas Pasaman Asnil, Kepala BKPSDM Deswin Adia Putra, Kepala Bakeuda M Yasrin, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup (PRKPPLH) Hasrizal, perwakilan Dinas KUPTK, Dinas Pertanian, serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, eko­nomi dan lingkungan hid­up di tengah kondisi efisiensi fiskal yang sedang dihadapi daerah.

Ridho Kurnia menegaskan mahasiswa memiliki ta­ng­gung jawab sebagai kontrol sosial yang mengawal jalannya pembangunan daerah. Karena itu, pemerataan pembangunan dan peningkatan infrastruktur dinilai harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Selain infrastruktur, mahasiswa juga menyoroti kua­li­tas pelayanan kesehatan dan kelengkapan fasilitas medis di RSUD Pasaman.

“Masih banyak ma­sya­ra­kat yang memilih berobat ke ru­mah sakit swasta di­ban­di­ng­kan RSUD. Kami melihat per­soalan ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama dari sisi pelayanan,” ujar Ridho.

Mahasiswa juga mempertanyakan perkembangan realisasi program rumah layak huni yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.

Presiden Mahasiswa STAI YDI Lubuk Sikaping, Khai­rum Min Alfissyahrin, menyampaikan berbagai aspirasi ma­sya­rakat terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah Pasaman yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

Hal senada disampaikan perwakilan mahasiswa UNU Sumatera Barat, Haikal. Me­nurutnya, persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan ma­sya­rakat kepada mahasiswa.

“Kami berharap berbagai persoalan ini dapat dikaji secara komprehensif sehingga menghasilkan solusi yang tepat demi kemajuan Ka­bu­pa­ten Pasaman,” katanya.

Sementara itu, Ke­tua BEM ITS Kha­tu­listiwa, Rengga, me­nyoroti pentingnya peningkatan kua­litas infrastruktur jalan sekaligus mendorong penguatan perguruan tinggi yang ada di Pasaman agar semakin di­mi­nati generasi muda.

“Ketika anak-anak Pasaman memilih melanjutkan pendidikan di daerah sendiri, secara tidak langsung me­reka turut berkontribusi terhadap pembangunan dae­rah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ter­sebut, mahasiswa juga menyatakan dukungan terhadap visi pembangunan “Pasaman Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan” serta siap terlibat dalam pengawasan pembangunan apabila diberikan rua­ng oleh pemerintah daerah.

Menanggapi berbagai ma­sukan itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan saran yang konstruktif dari mahasiswa maupun masyarakat.

“Niat baik adik-adik mahasiswa tentu kami dukung. Pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang konstruktif demi mewujudkan visi dan misi pembangunan Pasaman dalam lima tahun ke depan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ekonomi maupun perlindu­ngan anak,” kata Welly.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masi­ng-masing, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya minta pelayanan di rumah sakit dan puskesmas terus ditingkatkan. Selain itu, sosialisasi berbagai program dan layanan pemerintah kepada masyarakat harus lebih maksimal agar informasi dapat diakses dengan mudah,” tegasnya.

Welly menjelaskan berbagai program yang dijalankan Pemkab Pasaman, termasuk program berobat gratis dan pelayanan bajak gratis, disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta data yang akurat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Terkait pembangunan infrastruktur, Welly menyebut pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen utama pemerintah dae­rah. Sejumlah wi­la­yah seperti Rao Utara, Ma­pat Tunggul, Mapat Tunggul Selatan dan Dua Ko­to menjadi daerah prioritas ya­ng membutuhkan per­ha­tian lebih.

Menurutnya, ke­terba­ta­san kemampuan keuangan dae­rah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangu­nan. Namun, pe­me­rintah terus berupaya memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pro­vinsi maupun pemerintah pu­sat guna mempercepat pem­bangunan dan me­ngu­rangi ketimpangan antarwilayah.

“Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, mengapresiasi dialog yang terjalin antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agent of cha­nge sekaligus penyambung aspirasi masyarakat dalam mengawal pembangunan.

“Pemkab Pasaman sangat terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif demi kemajuan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan Pasaman Bangkit, Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan menjadi cita-cita bersama di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian,” ungkapnya.

Audiensi ditutup dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah serta foto bersama sebagai simbol komitmen menjaga komunikasi dan ko­laborasi untuk kemajuan Ka­bupaten Pasaman. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemkab pasaman #bem sumbar