Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perluas Akses Kerja, 61 CPMI Dilepas ke Jepang

Willian. • Selasa, 23 Juni 2026 | 09:00 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Pasaman H. Parulian melepas 61 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tujuan Jepang di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (22/6).
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Pasaman H. Parulian melepas 61 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tujuan Jepang di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (22/6).

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus me­nggenjot realisasi program unggulan daerah dengan memperluas akses ke­sempatan kerja bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui pelepasan 61 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan mengikuti seleksi dan penempatan kerja di Jepang.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan kerja produktif sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang masih menjadi tantangan ketenagakerjaan. Selain membuka peluang kerja, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja asal Pasaman di tingkat internasional.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mencari berbagai solusi untuk memperluas peluang kerja bagi ma­sya­rakat. Selain mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan investasi daerah, Pemkab Pasaman juga menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan dan perusahaan penyalur tenaga kerja.

Menurut Welly, berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya melalui pelaksanaan job fair di Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Rao beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut menghadirkan 21 perusahaan dan diikuti oleh 1.581 pencari kerja.

“Pelepasan CPMI ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Pasaman,” ujar Welly saat pelepasan CPMI di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (22/6).

Dalam pelaksanaannya, program penempatan kerja ke luar negeri difasilitasi melalui sejumlah lembaga pelatihan kerja dan perusahaan penempatan tena­ga kerja. Sebanyak 10 orang dibe­rang­katkan melalui LPK AIFA Sumatera Ba­rat dan akan langsung me­ngi­kuti penempatan kerja melalui perusahaan penempatan.

Selain itu, sebanyak 30 ora­ng dari LPK Hoshi Hikari akan mengikuti seleksi program magang IM Japan. Sementara 21 ora­ng lainnya difasilitasi oleh PT Brexa dan telah dinyatakan lulus untuk me­ngikuti pelatihan.

Melalui berbagai skema tersebut, peluang masyarakat Pasaman untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka. Kesempatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan pengalaman kerja dan keterampilan baru yang dapat menjadi modal pengembangan sumber daya manusia daerah.

“Kita ingin anak-anak Pasaman tidak hanya memiliki keterampilan domestik dalam negeri. Kita juga berharap anak-anak muda memiliki pengalaman dan keterampilan kerja di luar negeri,” kata Bupati Welly.

Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk terus memperkuat fasilitasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri secara prosedural, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepada para CPMI yang akan me­ngikuti seleksi dan pe­nempatan kerja di Jepang, Bupati Welly berpesan agar menjaga nama baik daerah dan Indonesia, bekerja secara disiplin, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama menjalani pekerjaan. “Jaga nama baik Pasaman dan Indonesia. Tunjukkan etos kerja yang baik, patuhi aturan yang berlaku, dan manfaatkan kesempatan ini untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemkab pasaman