PADEK.JAWAPOS.COM -- Modus penipuan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) kini menyasar masyarakat Sumatera Barat. Pelaku bahkan meniru suara Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, serta mencatut identitasnya untuk meyakinkan calon korban agar mentransfer uang.
Vasko mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Pelaku tidak hanya menggunakan nomor telepon dan surat palsu, tetapi juga memasang foto profil Vasko pada akun WhatsApp palsu.
Dari akun tersebut, pelaku menghubungi masyarakat melalui telepon, pesan singkat, hingga mengirimkan voice note hasil rekayasa AI yang dibuat menyerupai suara asli Wakil Gubernur.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan membantu menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada lagi yang menjadi sasaran penipuan,” ujar Vasko di Padang, Sabtu (11/7).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun dirinya secara pribadi tidak pernah meminta uang muka, biaya administrasi, atau pembayaran dalam bentuk apa pun kepada masyarakat untuk memperoleh bantuan pemerintah.
“Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transfer uang dengan alasan apa pun, saya pastikan itu adalah penipuan. Jangan dilayani dan jangan pernah melakukan transfer,” tegasnya.
Menurut Vasko, para pelaku sengaja memanfaatkan identitas pejabat pemerintah untuk memperdaya masyarakat, terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan.
Kemajuan teknologi AI dimanfaatkan untuk menciptakan suara yang menyerupai pejabat sehingga korban semakin mudah percaya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi atau komunikasi yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat pemerintah lainnya.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai telepon, pesan WhatsApp , maupun voice note yang mencurigakan, tidak melakukan transfer uang, serta segera melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui modus ini, semakin besar pula peluang kita mencegah jatuhnya korban. Mari saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak mudah tertipu,” tutup Vasko. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril