Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Waspada! Penipu Gunakan AI Tiru Suara Wagub

Willian. • Senin, 13 Juli 2026 | 08:25 WIB
Salah satu selebaran yang mengatasnamakan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy. Masyarakat diimbau  meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut identitas pejabat dan memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara korban sasaran. (DOK BIRO ADPIM)
Salah satu selebaran yang mengatasnamakan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut identitas pejabat dan memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara korban sasaran. (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Modus penipuan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) kini menyasar masyarakat Sumatera Barat. Pelaku bahkan meniru suara Wa­kil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, serta mencatut identitasnya untuk meyakinkan calon korban agar mentransfer uang.

Vasko mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Pelaku tidak hanya menggunakan nomor telepon dan surat palsu, tetapi juga memasang foto profil Vasko pada akun WhatsApp palsu.

Dari akun tersebut, pelaku menghubungi ma­sya­rakat melalui telepon, pesan si­ng­kat, hingga mengirimkan voice note hasil rekayasa AI yang dibuat me­nyerupai suara asli Wakil Gubernur.

“Jangan sampai ada korban beri­kutnya. Saya mengajak seluruh ma­sya­rakat untuk lebih waspada dan membantu menyebarluaskan informasi ini agar tidak ada lagi yang menjadi sasaran penipuan,” ujar Vasko di Padang, Sabtu (11/7).

Ia menegaskan, Pemerintah Pro­vinsi Suma­tera Barat maupun diri­nya secara pribadi tidak pernah meminta uang muka, biaya administrasi, atau pembayaran dalam bentuk apa pun kepada masyarakat untuk memperoleh bantuan pemerintah.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan saya dan meminta transfer uang dengan alasan apa pun, saya pastikan itu adalah penipuan. Jangan dilayani dan jangan pernah melakukan transfer,” tegasnya.

Menurut Vasko, para pelaku sengaja memanfaatkan identitas pejabat pemerintah untuk memperdaya ma­syarakat, terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan.

Kemajuan teknologi AI dimanfaatkan untuk menciptakan suara yang me­nyerupai pejabat sehi­ngga korban semakin mudah percaya.

Karena itu, ia mengimbau ma­syarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi atau komunikasi yang mengatasnamakan diri­nya maupun pejabat pemerintah lainnya.

Mas­ya­rakat diminta tidak langsung mempercayai telepon, pesan WhatsApp , maupun voice note yang mencurigakan, tidak melakukan transfer uang, serta sege­ra melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.

“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui modus ini, semakin besar pula peluang kita mencegah jatuhnya korban. Mari saling mengingatkan keluarga, kerabat, dan ling­kungan sekitar agar tidak mudah tertipu,” tutup Vasko. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#Artificial Intelligence (AI) #pemprov sumatera barat #waspada penipuan