Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tol Masuk Agam, Trase 3-4 Prioritas

Putra Susanto • Selasa, 14 Juli 2026 | 07:25 WIB
Pejabat Pemerintah Kabupaten Agam mengikuti rapat virtual bersama PT Hutama Karya dan PPK Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum di Ruang Rapat Bupati Agam, Senin (13/7). Rapat membahas perkembangan rencana pembangunan jalan tol, dengan trase 3 dan trase 4 menjadi alternatif utama yang akan ditinjau lebih lanjut di lapangan. (DOK PEMKAB AGAM)
Pejabat Pemkab Agam rapat virtual bersama PT Hutama Karya dan PPK Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum di Ruang Rapat Bupati Agam, Senin (13/7). (DOK PEMKAB AGAM)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Rencana pem­bangunan jalan tol yang melintasi Kabupaten Agam memasuki tahap yang lebih konkret. Dari empat alternatif jalur yang dipaparkan PT Hutama Karya, trase 3 dan trase 4 kini menjadi prioritas awal karena dinilai memiliki risiko paling kecil terhadap permukiman warga dan lahan pertanian.

Kesepakatan awal itu me­nge­muka dalam rapat virtual Pe­merintah Kabupaten Agam ber­sama PT Hutama Karya dan PPK Jalan Tol Kemente­rian Pekerjaan Umum yang dipimpin Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah di Ruang Rapat Bupati Agam, Senin (13/7). Sek­reta­ris Kabupaten (Sek­kab) Agam Mhd Lutfi AR me­ngi­kuti rapat secara daring dari Ja­karta, didampingi Asisten II Setkab, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, serta Kepala Di­nas Perumahan Rakyat dan Ka­wasan Permukiman (Per­kim).

Meski begitu, Bupati Benni Warlis menegaskan penetapan trase belum bersifat final. Pemerintah daerah me­nginginkan seluruh proses didasarkan pada data lapa­ngan yang akurat agar tidak merugikan masyarakat.

“Data harus akurat, baik secara administratif maupun lapangan. Ini kita lakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi kemajuan pemerintah maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pembahasan ter­sebut, PT Hutama Karya me­maparkan empat alternatif trase yang masing-masing me­miliki tingkat risiko berbeda terhadap kawasan permukiman maupun lahan per­tanian. Berdasarkan hasil kajian awal OPD teknis, trase 3 dan trase 4 dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan.

Kendati demikian, kedua trase tersebut masih harus melalui kajian teknis lanjutan, terutama terkait kondisi medan, struktur tanah, serta potensi kerawanan bencana yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebagai tindak lanjut, Pem­kab Agam bersama PT Hutama Karya dijadwalkan melakukan survei lapangan pada Rabu (15/7) besok. Peninjauan akan difokuskan pada jalur pembebasan lahan sekaligus penentuan titik exit tol yang direncanakan berada di wilayah Kabupaten Agam.

Bupati juga meminta seluruh OPD terkait segera menyiapkan data pendukung dan melakukan evaluasi la­pa­ngan agar proses perenca­naan berjalan lebih matang. Menurutnya, pembangunan jalan tol merupakan infrastruktur strategis yang harus dirancang secara cermat agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. (ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
alternatif trase tol jalan tol Jalan Tol Sumbar PT Hutama Karya (HK) pemkab agam