Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Mulai dari Sejarah, Makna, dan Pelajaran yang Perlu Kamu Ketahui

Wanda Andita Putri • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:21 WIB

Ilustrasi peringatan Isra Miraj.
Ilustrasi peringatan Isra Miraj.
PADEK.JAWAPOS.COM--Pada bulan Rajab, umat Muslim di seluruh dunia akan memperingati peristiwa Isra dan Mi’raj. Peristiwa ini penuh dengan pelajaran dan pesan penting bagi seluruh umat manusia, baik Muslim maupun non-Muslim.

Isra dan Mi’raj menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal dan merupakan kelanjutan dari semua ajaran ilahi sebelumnya.

Isra dan Mi’raj adalah dua bagian perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

Lantas, seperti apakah sejarah dan makna penting dari peristiwa isra dan mi’raj Nabi Muhammad Saw.? 

Berikut ulasannya, seperti yang dilansir dari laman About Islam dan Islami City pada Jumat (24/1/2025).

Kisah Isra dan Mi’raj

Pada bagian Isra, perjalanan Nabi Muhammad Saw. dimulai dari Masjidil Haram di Makkah. Malaikat Jibril dan Mikail datang membawa Buraq, makhluk yang disebut dalam sejarah Islam sebagai tunggangan para nabi. 

Dengan Buraq, Nabi Muhammad Saw. melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqsa dalam sekejap mata.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Malaikat Jibril menawarkan Nabi Muhammad Saw. segelas susu dan segelas anggur. 

Nabi memilih susu, yang menandakan keberhasilannya dalam ujian khusus karena memilih minuman yang sehat dan murni dibandingkan dengan yang dilarang di dunia.

Apa Itu Sidratul Muntaha?

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara besar yang menjadi batas akhir di langit ketujuh. 

Menurut keyakinan Islam, hanya Nabi Muhammad Saw. yang dapat melampaui batas ini bersama Malaikat Jibril. 

Di tempat ini, Allah Swt. memerintahkan umat Muslim untuk melaksanakan shalat sebanyak 50 kali sehari.

Namun, ketika kembali ke bumi, Nabi Muhammad Saw. bertemu Nabi Musa, yang menyarankan agar jumlah shalat dikurangi karena terlalu berat bagi umat. 

Nabi Muhammad Saw. kemudian kembali menghadap Allah Swt. untuk meminta pengurangan. 

Setelah sembilan kali perjalanan bolak-balik antara Nabi Musa dan Allah Swt., akhirnya jumlah shalat dikurangi menjadi lima kali sehari.

Apa Itu Mehraj-Ul-Alam?

Mehraj-Ul-Alam, yang dikenal juga sebagai Lailat Al-Miraj, diperingati pada tanggal 27 Rajab. Tanggal ini diyakini sebagai momen ketika Nabi Muhammad Saw. naik ke tujuh lapisan langit. 

Menurut tradisi, pada hari itu dada Nabi Muhammad Saw. dibersihkan dengan air Zamzam, dan hatinya dipenuhi dengan kebijaksanaan serta keimanan.

Peringatan Isra Mi'raj dirayakan dengan cara berbeda di berbagai negara Muslim. 

Sebagian umat Muslim memilih untuk melaksanakan shalat malam, menyalakan lampu, atau membagikan makanan dan hidangan setelah shalat.

Reaksi Kaum Quraisy

Ketika Nabi Muhammad Saw. menceritakan peristiwa ini kepada masyarakat, kaum Quraisy mengejeknya dan menganggap kisah tersebut tidak masuk akal. 

Namun, Abu Bakar ra., sahabat setia Nabi, dengan tegas membenarkan kisah tersebut, mengatakan, “Jika beliau (Muhammad) mengatakan demikian, maka itu pasti benar.”

*Makna Penting Isra dan Mi’raj*

Perjalanan Isra dan Mi’raj bukan sekadar peristiwa luar biasa untuk menunjukkan keajaiban Allah, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang kemanusiaan. 

Peristiwa ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah pemimpin umat manusia secara keseluruhan, tanpa batasan wilayah, waktu, atau bangsa.

Nabi Muhammad Saw. tidak hanya membawa pesan untuk satu bangsa atau kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh umat manusia. 

Dengan memimpin para nabi dalam salat di Masjid Al-Aqsa, beliau menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna, universal, dan mencakup seluruh aspek kehidupan.

Pelajaran dari Isra dan Mi’raj

Isra dan Mi’raj mengajarkan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah penghubung antara langit dan bumi, utusan Allah yang menyampaikan wahyu ilahi kepada umat manusia. 

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa ibadah salat merupakan pilar utama dalam Islam, yang menjadi sarana penghubung langsung antara manusia dan Allah.

Allah menetapkan salat sebagai kewajiban utama bagi umat Islam dalam perjalanan ini, yang semula berjumlah 50 kali sehari dan akhirnya menjadi lima kali sehari. 

Isra dan Mi’raj adalah momen penting yang menunjukkan keagungan Nabi Muhammad Saw. sebagai pemimpin universal, yang membawa pesan Islam sebagai agama yang melintasi batas ruang dan waktu. (*)

Editor : Adetio Purtama
#nabi muhammad #sejarah isra miraj #Isra dan Miraj