Kondisi tidak nyaman yang ditandai dengan mual dan pusing ini sebenarnya merupakan respons tubuh terhadap kebingungan kognitif yang dialami otak.
Dikutip dari @kemenpar.ri pada Minggu (1/6/2025), bahwa mabuk perjalanan terjadi karena otak menerima sinyal yang bertentangan dari berbagai indra.
Sebagai contoh, saat Anda berada di dalam kendaraan yang bergerak, mata Anda secara visual menangkap pergerakan pemandangan di luar.
Namun, pada saat yang sama, indra keseimbangan di telinga bagian dalam dan reseptor sensorik di otot serta sendi merasakan bahwa tubuh Anda dalam posisi diam atau relatif stabil.
Konflik informasi inilah yang kemudian membuat otak "bingung" dalam menginterpretasikan posisi dan pergerakan tubuh, sehingga memicu munculnya gejala seperti mual, pusing, bahkan hingga muntah.
Hal yang Perlu Dihindari agar Tidak Memperparah Mabuk Perjalanan
Untuk meminimalisir risiko dan tingkat keparahan mabuk perjalanan, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari selama perjalanan:
* Terlalu sering menatap layar gawai: Fokus pada layar ponsel atau tablet dapat memperburuk konflik sinyal yang diterima otak karena mata terpaku pada objek statis di dalam kendaraan yang bergerak.
* Duduk di bagian belakang kendaraan: Area belakang kendaraan cenderung mengalami guncangan yang lebih besar, sehingga meningkatkan ketidaksesuaian antara visual dan sensorik tubuh.
* Makan terlalu banyak atau tidak makan sama sekali: Perut yang terlalu penuh atau kosong dapat memicu ketidaknyamanan dan memperparah rasa mual.
* Begadang semalaman sebelum perjalanan: Kurang tidur dapat membuat tubuh dan otak lebih rentan terhadap stres, termasuk stres akibat sinyal yang bertentangan.
* Mengonsumsi kopi atau minuman asam: Minuman kafein dan asam dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang berpotensi memperburuk rasa mual.
* Duduk membelakangi arah jalan: Posisi ini secara langsung memaksa mata untuk menerima pergerakan yang berlawanan dengan arah gerak tubuh, memperparah konflik sinyal di otak.
* Terlalu fokus pada bau-bauan yang kuat: Bau bensin, pewangi mobil yang menyengat, atau aroma lain yang kuat dapat memicu refleks mual pada beberapa individu.
Solusi Efektif untuk Mengatasi dan Mencegah Mabuk Perjalanan
Meskipun mabuk perjalanan bisa sangat mengganggu, ada beberapa langkah proaktif yang dapat diambil untuk mencegah atau meredakannya:
* Pilih posisi duduk strategis: Duduk di bagian depan kendaraan atau dekat jendela, khususnya di kursi depan mobil atau dekat sayap pesawat, dapat membantu tubuh menyelaraskan informasi visual dengan gerakan kendaraan.
* Fokuskan pandangan ke arah depan: Arahkan pandangan ke cakrawala atau objek yang jauh dan stabil di depan. Hal ini membantu otak menyinkronkan apa yang dilihat mata dengan sensasi gerak tubuh.
* Alihkan perhatian: Melakukan percakapan, mendengarkan musik, atau podcast dapat membantu mengalihkan fokus otak dari sinyal yang bertentangan.
* Mengonsumsi camilan ringan: Mengemil jeruk atau permen mint dalam porsi secukupnya dapat membantu meredakan rasa mual. Namun, hindari makan berlebihan.
* Hirup udara segar: Membuka jendela sebentar atau menghirup udara di luar kendaraan dapat memberikan sensasi segar dan membantu mengurangi rasa mual.
* Sedia minyak gosok: Membawa minyak gosok atau minyak angin dan mengoleskannya di area pelipis atau perut dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi gejala pusing serta mual pada sebagian orang.
Dengan memahami mekanisme di balik mabuk perjalanan dan menerapkan strategi pencegahan yang tepat, pengalaman perjalanan Anda dapat menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, terhindar dari rasa mual dan pusing yang mengganggu.(*)
Editor : Hendra Efison