Cece berjualan sejak pukul 06.00 hingga 11.00 WIB, waktu yang disesuaikan dengan jam ramai Pasar Tanah Kongsi yang dikenal sebagai pasar pagi.
Pengunjung biasanya memadati lapaknya antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, terutama pada akhir pekan.
Lapak Cece menawarkan berbagai jenis kue tradisional seperti lumpia, lemper, bika ambon, lapek nagasari, kue talam, hingga risoles.
Harga kue bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp30.000 per potong, tergantung jenis dan ukuran.
Menurut Cece, sebagian besar kue yang dijual merupakan titipan dari pembuat kue lain, sementara sebagian kecil ia buat sendiri.
Ia telah berdagang sejak tahun 1983, meneruskan usaha keluarga yang dirintis oleh ayahnya. Cece merupakan lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga Padang tahun 1996.
Setelah sempat merantau ke Jakarta dan bekerja di agen perjalanan, ia memutuskan kembali ke Padang menjelang kerusuhan 1998 untuk melanjutkan usaha keluarga.
“Saya kembali ke Padang karena keadaan waktu itu. Lalu saya fokus meneruskan usaha ayah. Bagi saya, menjaga warisan rasa ini penting, apalagi kue tradisional masih banyak dicari orang di pagi hari,” kata Cece saat ditemui, Sabtu (1/11/2025).
Lapak Cece kini menjadi salah satu tujuan kuliner favorit masyarakat di Pasar Tanah Kongsi. Kehadirannya turut menjaga eksistensi kuliner tradisional di tengah gempuran makanan modern.(cr3)
Editor : Hendra Efison