Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SpaceX Siapkan Starlink V3, Satelit Baru Mampu Jalankan Komputasi AI di Orbit

Imam Syaputra • Senin, 3 November 2025 | 13:48 WIB

SpaceX kembangkan Starlink V3 berbobot 2 ton dengan sistem laser 200 Gbps, memungkinkan pemrosesan data dan komputasi AI langsung di orbit. (Foto:Space)
SpaceX kembangkan Starlink V3 berbobot 2 ton dengan sistem laser 200 Gbps, memungkinkan pemrosesan data dan komputasi AI langsung di orbit. (Foto:Space)
PADEK.JAWAPOS.COM--Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, tengah menyiapkan generasi terbaru satelit internet Starlink V3 dengan kapasitas dan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dari versi sebelumnya.

Berdasarkan laporan PCMag, setiap satelit V3 akan memiliki bobot hingga 2.000 kilogram, hampir empat kali lipat lebih berat dibandingkan Starlink V2 Mini yang saat ini mengorbit Bumi.

Dengan peningkatan kapasitas ini, satelit V3 diproyeksikan mampu membawa lebih banyak komponen komputasi dan sistem teknologi canggih untuk mendukung layanan internet dan pemrosesan data di orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO).

CEO SpaceX Elon Musk menyebutkan bahwa pengembangan Starlink V3 diarahkan agar satelit dapat berfungsi tidak hanya sebagai penyedia koneksi internet, tetapi juga sebagai platform komputasi berbasis luar angkasa.

Melalui sistem ini, pengguna berpotensi menjalankan pelatihan AI dan pemrosesan data intensif langsung dari satelit, tanpa bergantung pada pusat data di Bumi.

Salah satu inovasi utama dalam sistem ini adalah penerapan jaringan laser antar-satelit yang mampu mentransfer data hingga 200 Gbps.

Teknologi ini memungkinkan satelit berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa bergantung penuh pada stasiun darat, membentuk jaringan mesh orbit dengan konektivitas cepat dan stabil.

Langkah tersebut menandai arah baru bagi SpaceX dalam menciptakan ekosistem komputasi orbital, di mana sebagian proses data dapat dijalankan di luar angkasa.

Konsep ini dinilai berpotensi mengubah lanskap cloud computing, karena pusat komputasi tidak lagi terbatas pada infrastruktur darat.

Jika pengujian berjalan sukses, Starlink V3 bisa menjadi tonggak penting dalam integrasi teknologi satelit dan kecerdasan buatan, sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor ruang angkasa.

Perusahaan riset maupun lembaga AI nantinya dapat menyewa kapasitas satelit untuk memproses data besar tanpa perlu membangun pusat data sendiri.

Dengan proyek ini, SpaceX semakin mempertegas posisinya sebagai pionir dalam penggabungan teknologi satelit, jaringan laser, dan sistem komputasi berbasis AI di orbit.(cc6)

 

Editor : Hendra Efison
#satelit komputasi AI #jaringan laser antar satelit #elon musk #SpaceX Starlink V3