Pemilihan dilakukan melalui Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) di Auditorium Bina Karna, Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Muswilub digelar untuk menentukan ketua baru setelah Braditi Moulevey Rajo Mudo mundur dari jabatannya usai terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM mendampingi Ketua Umum Andre Rosiade. Selama masa transisi, kepemimpinan DPW IKM Jakarta dijalankan oleh Doni Monardo sebagai Pelaksana Tugas Ketua.
Pemilihan Uda Naldi mendapat dukungan penuh dari DPP, DPW, DPD hingga DPC IKM. Ia dikenal sebagai pengusaha berpengalaman di Jakarta dan sebelumnya menjabat Bendahara DPW IKM DKI Jakarta.
Dalam pidato perdananya, Uda Naldi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang sudah berjalan.
“Program sebelumnya akan dilanjutkan. Ke depan, kita akan coba merangkul semua perantau Minang di DKI,” ujarnya.
Uda Naldi juga memperkenalkan jajaran pengurus baru, yakni Donny Fernando sebagai Sekretaris, Richard Erlangga sebagai Bendahara, dan Mulyanis Putra atau Bang Ichan sebagai Ketua Harian.
Sekretaris DPW IKM Jakarta, Donny Fernando, menyebut kepengurusan baru akan memprioritaskan sinergi masyarakat Minang.
“DPW IKM Jakarta ke depan akan mensinergikan kekuatan masyarakat Minang, baik yang berada di regulator, eksekutif, yudikatif, maupun para pengusaha besar di Jakarta,” katanya.
Bendahara DPW IKM Jakarta, Richard Erlangga, menambahkan pihaknya akan menyusun program bermanfaat langsung bagi anggota.
“Semoga program-programnya bisa disusun dengan baik, sehingga bermanfaat untuk anggota,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, dipaparkan riset yang menyebut jumlah perantau Minang di Jakarta diperkirakan mencapai 2,4 hingga 3 juta orang. Dengan potensi besar ini, DPW IKM Jakarta mengusung semangat “Basamo Mangko Manjadi” untuk memperkuat kontribusi perantau Minang dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di Jakarta.
Muswilub berlangsung sukses dengan suasana hangat kekeluargaan. Kegiatan dipimpin Ketua Steering Committee Arteria Dahlan dengan Organizing Committee Mulyanis Putra, dan ditutup dengan permainan KIM sebagai penutup kebersamaan.(*)
Editor : Hendra Efison