Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negri Muhammad Tito Karnavian kepada (Pj) Wali Kota Sawahlunto, Zefnihan, bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Selasa (12/12).
Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) kepada Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota merupakan sebuah apresiasi pemerintah pusat atas semangat dan keberhasilan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan cara-cara inovatif.
Pj Wali Kota Sawahlunto Zefnihan menuturkan, sejauh ini Pemko Sawahlunto telah melakukan sebanyak 107 inovasi, dan didalamnya terdapat 3 inovasi unggulan.
Sehingga mampu membawa banyak kemajuan di berbagai bidang. Tiga inovasi itu meliputi LAMBANG MATA yang berarti Lahan Bekas Tambang Menjadi Agroeduwisata.
Yaitu pemanfaatan lahan kritis bekas tambang menjadi lebih produktif dan menjadi tempat agroeduwisata bahkan menjadi pusat penyuluhan pertanian dilahan kritis yang berdampak pada Peningkatan jumlah kunjungan wisata, Peningkatan jumlah lahan bekas tambang untuk lahan pertanian serta sumber PAD.
Kemudian inovasi SILO (Sekolah Isteri Teladan Kota Sawahlunto), yaitu membangun ketahanan keluarga melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan peran istri dalam keluarga dengan materi yang diselaraskan dengan isu-isu terkini degan wisudawan mencapai 1.027 orang yang berdampak pada penurunan stunting, penurunan angka kekerasan pada perempuan dan anak serta menurunkan angka kemiskinan.
Selanjutnya inovasi AKU SILARAS (Ayo Ikut Sistem Latihan Di Rumah Agar Sehat). Yakni praktik fisioterapi yang berbasis teknologi dan aplikasi melalui smartphone dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang latihan yang bisa dilakukan dirumah dengan dampak Turunnya angka Drop Out (DO) pasien serta mempermudah pasien dalam mendapatkan akses layanan fisioterapi.
“Semoga dengan adanya penghargaan ini menjadikan Kota Sawahlunto menjadi lebih baik lagi, ekonomi masyarakat terus tumbuh, maju. berkembang. Penghargaan sebagai pemacu semangat, bukan hanya untuk dibangga-banggakan semata,” imbuhnya, mengakhiri. (atn) Editor : Novitri Selvia