Memaparkan berbagai rencana strategis pembangunan daerah, serta meminta dukungan pusat terkait berbagai persoalan yang muncul. Dalam kunjungan tersebut Pj.Wali Kota Sawahlunto diterima oleh Direktur Air Minum Anang Muchlis yang turut didampingi sejumlah jajaran.
Secara detail Pj Wali Kota Sawahlunto, Zefnihan di antaranya mengekspose usulan rencana penataan kawasan kota lama, penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2024.
Kemudian Program inpres air bersih dan air limbah domestik tahun 2024, serta program Pengembangan Infrastruktur Sosial Wilayah (Pisew) dan peningkatan sarana dan prasarana sanitasi pengolahan sampah dan air limbah domestik Kota Sawahlunto.
“Semuanya kita paparkan secara jelas, rinci. Dengan harapan semuanya dapat diakomodir oleh pemerintah pusat,” ujar Zefnihan melalui siaran persnya, Rabu (31/1).
Disebutkannya Kota Sawahlunto perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat karena Sawahlunto berstatus sebagai salah-satu kota tua (bersejarah) warisan dunia.
Di mana di dalamnya terdapat banyak bangunan tua bersejarah peninggalan Zaman Kolonial Belanda, dan semuanya sampai sekarang masih terawat dengan baik.
Bahkan salah-satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto, merupakan bangunan peninggalan Belanda. Sampai sekarang RSUD Sawahlunto menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat, bahkan menjadi rujukan dari daerah tetangga (Kabupaten Sijunjung).
Menyikapi paparan Pj. Wali Kota Sawahlunto Zefnihan itu, selanjutnya tim dari Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI memberikan apresiasinya. Selanjutnya meminta agar semua usulan tersebut dapat diinput ke aplikasi usulan untuk dapat segera ditindaklanjuti. (atn) Editor : Novitri Selvia