Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SIMFest 2025 Sawahlunto Sukses Pukau Ribuan Penonton di Taman Silo

Indra Yosef • Senin, 10 November 2025 | 12:46 WIB

PRESTASI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpanjang, Nasrul, bersama para penerima penghargaan GTK 2025 dan FLS2N yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi dan nasional.
PRESTASI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpanjang, Nasrul, bersama para penerima penghargaan GTK 2025 dan FLS2N yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi dan nasional.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sawahlunto International Music Festival (SIMFest) 2025 sukses digelar dengan menampilkan deretan musisi nasional dan internasional di hadapan ribuan penonton pada malam puncak yang berlangsung di Taman Silo, Saringan, Sawahlunto, Sabtu (8/11).

Dengan mengusung tema “Heritage Continues—Passage of Time”, SIMFest 2025 menghadirkan berbagai penampilan menarik. Salah satunya dari musisi internasional Evellyn Chen yang tampil memukau dengan alat musik etnik guzheng, sejenis kecapi berdawai banyak yang mirip gitar akustik.

Sarjana seni yang kini menempuh studi S2 di Lembaga Seni Yunnan, Tiongkok, itu mendapat aplaus meriah atas penampilannya. Evellyn tampak tenang memainkan guzheng, meski jemarinya bergerak cepat di antara senar-senar alat musik tradisional tersebut.

Dalam wawancara bersama Padang Ekspres sebelum tampil, Evellyn yang ditemani sang ibu menjelaskan bahwa ia akan tampil solo membawakan lima lagu Mandarin bergenre klasik dan kontemporer.

“Kelima lagu ini biasanya dibawakan oleh grup Morale Chinese Orchestra, yaitu orkestra yang menampilkan alat musik dan pertunjukan tradisional Tiongkok,” tuturnya.

Evellyn menambahkan, jika tampil bersama Morale Chinese Orchestra, hentakan musik akan terasa lebih kuat.

Namun, karena pertimbangan tertentu, pada kesempatan tampil di panggung SIMFest 2025 Sawahlunto ia membawakan lagu-lagu tersebut secara solo.

“Salah satu lagu berjudul Blue and White. Semoga kelima lagu ini dapat menghibur masyarakat Kota Sawahlunto sebagai destinasi Kota Warisan Dunia UNESCO,” ujarnya.

Evellyn Chen, putri kedua dari tiga bersaudara yang berdomisili di kawasan Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, telah mencintai musik sejak kecil.

Ia menekuni alat musik guzheng sejak duduk di bangku SMP dan melanjutkannya hingga perguruan tinggi di Indonesia, hingga meraih gelar Sarjana Seni (S.Sn).

“Saat ini saya sedang menempuh program S2 di Tiongkok. Setelah tampil di SIMFest 2025, saya akan kembali ke Tiongkok untuk menyelesaikan studi yang dibiayai melalui beasiswa Pemerintah Tiongkok. Sementara Mama tinggal di Batam,” ungkap Evellyn yang juga terkesan dengan keindahan Kota Sawahlunto, kota kecil bekas tambang batubara yang kini menjadi Warisan Dunia UNESCO. (cc1)

Editor : Novitri Selvia
#Taman Silo Sawahlunto #SIMFest 2025 Sawahlunto #tiongkok #Evellyn Chen