Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hebatnya Kaliandra, Mulai dari Kayu, Ranting, Bunga dan Daun Terpakai Semuanya

Hendra Efison • Jumat, 12 Mei 2023 | 07:00 WIB
Kepala UPT Perbaikan dan Pemeliharaan PPNP, Auzia Asman SP MP
Kepala UPT Perbaikan dan Pemeliharaan PPNP, Auzia Asman SP MP
PADEK.CO– Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Dikbudristek mendukung kerja sama Politani Payakumbuh (PPNP) dengan Semen Padang melalui program Matching Fund Vokasi (MFV) 2023.

"PPNP akan lebih fokus dan menjadikan kaliandra sebagai salah satu ikon baru PPNP dalam mendukung pengembangan sumber energi EBT (Energi Baru Terbarukan)," ujar Kepala UPT Perbaikan dan Pemeliharaan PPNP, Auzia Asman SP MP, Kamis (11/5/2023).

Di samping sebagai energi terbarukan dan cadangan karbon, menanam kaliandra juga bisa memproduktifkan lahan-lahan marginal (lahan yang tidak produktif).

Sebab, kaliandra merah merupakan tanaman remidiasi atau tanaman yang mampu meningkatkan mutu dari kondisi tanah, sehingga lahan-lahan yang ditanami kaliandra secara bertahap dapat meningkat kesuburan tanahnya.

Auzia juga memaparkan manfaat kaliandra merah. Pertama, berkaitan dengan isu energi terbarukan dan cadangan karbon. Karena, kayu kaliandra merupakan bahan biofuel yang bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara.

Sebab, kaliandra merupakan sumber energi bisa diperbaharui, sedangkan batubara adalah energi fosil yang semakin hari jumlahnya semakin menipis.

Bagi industri seperti PT Semen Padang yang memproduksi semen, kebutuhan kayu kaliandra sebagai energi baru terbarukan tentunya sangat besar jumlahnya.

Apalagi, pemanfaatan kaliandra ini juga berkaitan dengan carbon trading. Karena, dengan memanfaatkan kaliandra, PT Semen Padang bisa menyimpan, mengatur dan mengelola pelepasan karbon ke udara.

"Artinya, pemanfaatan kaliandra untuk mensubsitusi bahan bakar batubara dalam proses produksi semen oleh PT Semen Padang, dapat memperlambat pemanasan global. Karena, dengan memanfaatkan kayu kaliandra sebagai bahan bakar alternatif, akan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah," katanya.

Bunga kaliandra juga bermanfaat untuk beternak madu galo-galo. Karena, bunganya bisa dijadikan sebagai konsumsi lebah madu. Sedangkan daunnya, juga bisa dijadikan pakan ternak dan bahan baku membuat kompos.

Bahkan di Payakumbuh, ada pengusaha ternak ayam yang tertarik untuk menjadikan daun kaliandra sebagai bahan baku membuat pakan alternatif untuk ayam.

"Jadi, kalau kita memanfaatkan kaliandra untuk kebun galo-galo dan kita juga punya ternak sapi maupun kambing, maka potensi pemanfaatan kaliandra secara finansial akan semakin besar. Apalagi, kalau nantinya daun kaliandra ternyata juga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat pakan alternatif untuk ayam, tentu akan semakin besar lagi potensinya," kata Auzia.

Potensi lainnya, sebut Auzia, adalah ranting kaliandra merah yang bisa dijadikan sebagai wood pellet yang merupakan komoditas ekspor ke negara empat musim.

Wood pellet ini merupakan kebutuhan rumah tangga yang kegunaannya sebagai sumber energi penghangat tubuh bagi masyarakat yang berada di negara empat musim tersebut.

"Kalau pemanfaatannya sampai ke ranting, bunga dan daun, maka tidak akan ada lagi bagian dari kaliandra yang tidak bisa dimanfaatkan. Untuk kayunya, bisa dijual ke Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif yang dapat mensubstitusi bahan bakar batubara, bunganya untuk konsumsi madu, daunnya sebagai pakan ternak, dan rantingnya untuk dijadikan wood pellet," ujarnya.(* ) Editor : Hendra Efison
#daun kaliandra #Hebatnya Kaliandra #Bunga Kaliandra #Ranting Kaliandra #semen padang #Kayu Kaliandra