Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.
Dalam pemaparannya, Yelmi menjelaskan bahwa SEPABLOCK dikembangkan untuk menghadirkan material bangunan yang kuat, efisien, dan mampu mendukung percepatan pembangunan dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Ia menegaskan ketatnya persaingan industri semen nasional mendorong perusahaan tidak hanya fokus pada produk semen, tetapi juga mengembangkan produk turunan bernilai tambah bagi pengembang dan industri konstruksi.
Yelmi menyebutkan, SEPABLOCK memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bata merah konvensional, antara lain presisi bentuk, kemudahan pemasangan, pengurangan penggunaan mortar, serta hasil akhir yang lebih rapi dan estetis.
Produk ini dinilai mampu mempercepat waktu pembangunan sekaligus mengontrol biaya konstruksi.
PT Semen Padang juga terus memperluas edukasi penggunaan SEPABLOCK melalui pembangunan rumah contoh di sejumlah wilayah, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), DKI Jakarta, Pekanbaru, Jambi, dan kawasan emplasemen PT Semen Padang.
Rumah contoh yang dibangun perusahaan merupakan tipe 36 dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu, dilengkapi mock-up struktur bangunan seperti kolom, balok pinggang, dan sloof untuk memudahkan edukasi bagi pengembang maupun masyarakat.
Kehadiran SEPABLOCK pada Rakerda REI Batam 2025 dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan hunian yang menuntut kecepatan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Produk unggulan PT Semen Padang—anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SIG)—diposisikan sebagai solusi konstruksi yang menjawab tantangan pembangunan perumahan masa kini.
Secara terpisah, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, menyampaikan bahwa SEPABLOCK merupakan wujud inovasi perusahaan dalam menyediakan material bangunan efisien dan ramah lingkungan.
Melalui desain interlock presisi dan pengurangan penggunaan bahan bangunan, SEPABLOCK digunakan pula untuk pembangunan rumah layak huni yang terjangkau di berbagai daerah.(*)
Editor : Hendra Efison