Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gedung Rusunawa Sijunjung Telantar, Sering Dijadikan Tempat Maksiat

Novitri Selvia • Selasa, 16 November 2021 | 14:56 WIB
TAK TERURUS: Seorang warga sedang melihat Rusunawa Muaro Sijunjung. Saat ini gedung tersebut sedang terbengkalai.(IST)
TAK TERURUS: Seorang warga sedang melihat Rusunawa Muaro Sijunjung. Saat ini gedung tersebut sedang terbengkalai.(IST)
Usai dibangun dan menghabiskan anggaran negara puluhan milliar rupiah, gedung Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Muaro Kabupaten Sijunjung dibiarkan telantar dan tak terurus.

Pemerintah Kabupaten Sijunjung menyebut fasilitas tersebut belum diserah-terimakan sehingga belum bisa dikelola.

Pantauan Padang Ekspres, pintu utama (depan) dibiarkan menganga, fasilitas/perabotan yang ada di dalamnya mulai mengalami kerusakan, seperti lemari, tempat tidur, kasur, pintu kamar mandi dan ada kaca yang pecah.

Bahkan hewan ternak seperti ayam, kambing dan sapi terlihat leluasa keluar masuk halaman rusunawa. Karena tidak diurus dan dikelola, bangunan yang tergolong megah, berlantai tiga, di dekat kompleks Kampus STIPER, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung ini dikhawatirkan akan terus mengalami kerusakan.

Sampah berserakan di sana sini, sisa/bekas material pertukangan berseleweran di lantai. Jaring laba-laba menempel di berbagai sisi.

Secara kasat mata petak-petak ruangan bagian dalam gedung itu didesain seperti hotel berbintang, dilengkapi kamar mandi, dapur, tempat cuci piring, serta terdapat sekat pembatas kamar keluarga, ruang tamu.

Alas kasur, selimut, bantal serba berwarna putih. Namun karena tak bertuan sebagiannya menjadi kumal, kumuh. Sejauh ini belum ada pihak menyatakan bertanggungjawab, hingga gedung Rusunawa Muaro Sijunjung dibiarkan tak terurus. Seusai dibangun dengan dana APBN tahun 2019 lalu bernilai puluhan milliar rupiah.

Saat ini belum jelas rencana akan dijadikan apa nantinya gedung itu apakah proyek pengerjaan juga masih akan berlangsung, mengalami masalah, atau sudah selesai pun tak jelas sampai saat saat ini.

Ernawati, 50, warga setempat menyebut, pada malam hari gedung tersebut rawan dijadikan tempat maksiat oleh pasangan muda-mudi. Begitu pun tempat kejahatan, mengkonsumsi narkoba, menghisap lem oleh kalangan tak bertanggungjawab.

“Kadang malam hari ada orang (berpasangan) datang dengan sepeda-motor, kemudian masuk ke dalamnya. Kebetulan di dalamnya suasana gelap, tidak ada lampu,” tuturnya.

Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terpaksa warga setempat di waktu-waktu tertentu ikut melakukan pemantauan atas gedung itu. Karena terdapat berbagai peralatan/ perabotan (baru) di dalam, sehingga dikhawatirkan rawan terjadi penjarahan, aksi pencurian.

Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Sijunjung, Riki Mainaldi Neri menuturkan,  bangunan tersebut hingga kini belum bisa digarap, karena secara status belum ada proses serah terima ke Pemkab Sijunjung. Otomatis Pemkab Sijunjung tidak punya kewenangan untuk mengurus, apalagi mengelolanya.

Proses pembangunan gedung tersebut merupakan bantuan dari APBN tahun 2018 - 2020, bernilai milliaran rupiah, pengelolaan dan pengawaaan dilakukan oleh Pemprov Sumbar. Bagaimana statusnya sekarang, belum ada kejelasan.

“Saya tidak tahu-menahu, mereka dahulu hanya berurusan dengan Kabid, bukan dengan saya. Kabarnya dibangun sejak 2018 - 2020, berstatus proyek pusat dan Satuan Kerja (Satker) PPK-nya dari Provinsi Sumbar,” terang Riki.

Saat ditanya untuk bangunan apa, dikatakan Riki Mainaldi Neri gedung bertingkat tiga tersebut rencananya adalah untuk rumah susun sewa (rusunawa). Bantuan Pemerintah untuk Kabupaten Sijunjung.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sijunjung, Zefnihan, juga mengaku bingung atas persoalan Rusunawa Muaro Sinunjung. “Saya akan coba koordinasi dulu ke pihak-pihak terkait atas masalah ini,” ujar Zefnihan, singkat.  (atn) Editor : Novitri Selvia
#Rusunawa Sijunjung #Muaro Kabupaten Sijunjung #APBN tahun 2019 #tempat maksiat