Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Seberangi Sungai Demi Mancing, Pemuda Meninggal Terseret Arus

Yulicef Anthony • Rabu, 2 Juli 2025 | 13:15 WIB

Ilustrasi orang tenggelam. (Pixabay)
Ilustrasi orang tenggelam. (Pixabay)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tragis. Seorang pemancing bernama Celvin Surya Pratama, 20, warga Jorong Ranah Sigading, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII, ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Batang Kuantan di Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Selasa (1/7).

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 17.30, di bawah Jembatan Ponton jembatan utama penghubung Nagari Muaro dan Silokek. Saat itu, korban bersama dua rekannya sedang memancing di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Wali Jorong Subarang Ombak, Rendy Dwi Putra, awalnya korban ingin menyeberangi sungai karena meyakini ada spot mancing yang lebih baik di seberang. Dua rekannya telah memperingatkan agar Celvin tidak menyeberang, sebab mereka sendiri tidak bisa berenang untuk menolong jika terjadi sesuatu.

Namun, Celvin bersikeras menyeberang dengan berenang. Naas, belum sampai ke seberang, ia tiba-tiba panik di tengah arus deras dan kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam. “Korban hendak pindah mancing ke seberang, namun sempat dilarang oleh rekan-rekannya,” ujar Rendy.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat melihat korban melambaikan tangan dan berteriak meminta tolong sebelum akhirnya hilang di tengah arus. Beberapa dari mereka langsung terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil diselamatkan.

Detik-detik tenggelamnya Celvin bahkan sempat direkam oleh salah seorang temannya melalui kamera ponsel. Rekaman ini kemudian dijadikan petunjuk oleh tim gabungan yang melakukan pencarian, terdiri dari personel BPBD Sijunjung, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Sekretaris BPBD Sijunjung, Syatria Zali, menyebutkan bahwa proses pencarian melibatkan lebih dari delapan personel BPBD, dibantu warga, dengan perlengkapan berupa satu unit perahu karet dan kompresor untuk alat bantu pernapasan tim penyelam.

“Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai dan menggunakan teknik gelombang untuk memeriksa area pinggir,” jelas Syatria.

Proses pencarian yang menyedot perhatian ratusan warga itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.15 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, masih di sekitar titik awal tenggelamnya.

“Mungkin karena baru tenggelam, tubuh korban masih berada di dasar sungai,” tambah Syatria.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sijunjung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahayanya aktivitas di sungai, terutama saat arus sedang deras dan minimnya keterampilan berenang. (atn)

Editor : Novitri Selvia
#tenggelam #BPBD Sijunjung #Syatria Zali #Nagari Padang Laweh Selatan