Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kendalikan Inflasi, Rutin Pantau Harga Pangan

Novitri Selvia • Jumat, 5 Mei 2023 | 12:17 WIB
Bupati Solok, Epyardi Asda.(IST)
Bupati Solok, Epyardi Asda.(IST)
Sebagai salah satu penyumbang terbesar inflasi disamping transportasi darat dan udara, Pemkab Solok harus senantiasa memonitor perkembangan harga bahan pangan. Hal tersebut disampaikan Bupati Solok Epyardi Asda saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Solok Tahun 2023,Rabu (3/5).

Menurutnya, monitoring harga pangan merupakan instruksi langsung dari Mendagri terkait dalam pengendalian inflasi daerah. “Masing-masing instansi harus berkontribusi dalam langkah-langkah pengendalian inflasi sesuai dengan tupoksinya,” ujar Epyardi.

Kemudian, TPID juga perlu memetakan rantai distribusi bahan pokok, mengidentifikasi jumlah stok bahan pokok dan ketahanannya, khususnya yang ada di pelaku usaha distribusi bahan pokok. Mengawasi kelancaran distribusi beras medium Bulog dalam program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga dipasar rakyat.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga ada andil besar dalam pengendalian laju inflasi, Pemerintah Kota Solok saat ini berupaya untuk mendorong agar pelaku UMKM untuk lebih dekat dengan pasar digital.

Secara nasional, pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah dalam pemulihan perekonomian. Sejumlah strategi disiapkan untuk membangun ekonomi negara dan daerah.

“Saat ini, waktu yang tepat untuk menggunakan semua platform e-commerce yang ada, baik global, nasional maupun yang ada di daerah. Dengan pemanfaatan e-commerce, akan semakin membuka ruang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah,” tukasnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Eva Nasri mengatakan, dalam laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Solok pada triwulan I, pada bulan Maret Bila dibandingkan dengan Februari 2022. Terjadi fluktuasi harga pada komoditi cabe merah turun dengan harga Rp 60.000 menjadi Rp 34.600.

Lalu pada komoditi bawang merah  naik dengan harga Rp 25.000 menjadi Rp 28.000,  komoditi gula pasir naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 16.000. Lalu, telur ayam ras naik dari Rp 27.000 menjadi Rp 30.000, minyak goreng naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 16.000, dan komoditi tepung terigu naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 11.000.

Sedangkan untuk harga beras tidak terjadi kenaikan/penurunan, jadi pada bulan Maret mengalami perkembangan harga pangan pokok maupun harga pangan strategis secara umum tidak menunjukkan fluktuasi yang signifikan.

Kabupaten Solok pada triwulan I pada bulan Januari sampai Maret 2023 terjadi fluktuasi harga terhadap komoditi cabai merah dan bawang merah disebabkan karena produksi kedua komoditi tersebut sangat rendah yang dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi di bulan November dan Desember 2022 sehingga terjadinya gagal panen.

Sementara untuk kenaikan pada bulan Maret terjadi pada komoditi gula pasir, bawang merah, telur ayam ras, minyak goreng dan tepung terigu. Hal ini disebabkan peningkatan kebutuhan masyarakat menghadapi bulan suci Ramadhan.

Dalam laporan Kementerian Perdagangan disampaikan Perkembangan Harga H+6 Lebaran, harga barang kebutuhan pokok periode Ramadhan dan Lebaran 1444H/2023 relatif stabil bahkan mengalami penurunan. Hanya beberapa komoditas tertentu seperti daging sapi dan daging ayam mencatat kenaikan mengulang tren pada tahun-tahun sebelumnya. (frk) Editor : Novitri Selvia
#pemkab solok #e-commerce #TPID Kabupaten Solok #epyardi asda