Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Tiga Provinsi pada 15 Januari 2026

Dila Kartika Sari • Selasa, 13 Januari 2026 | 21:09 WIB

Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana diselenggarakan di Munggu Tanah, Selayo, Kecamatan Kubung, Kamis 15 Januari 2026. Terlihat kondisi sawah yang diterjang banjir di Selayo.
Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana diselenggarakan di Munggu Tanah, Selayo, Kecamatan Kubung, Kamis 15 Januari 2026. Terlihat kondisi sawah yang diterjang banjir di Selayo.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Pertanian menjadwalkan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana pada Kamis, 15 Januari 2026, yang mencakup daerah terdampak di tiga provinsi dengan rangkaian kegiatan berupa penanaman dan pemulihan lahan.

Di Kabupaten Solok, pemerintah daerah mematangkan persiapan pelaksanaan program rehabilitasi sawah rusak sebagai bagian dari inisiatif nasional tersebut.

Kegiatan pusat akan berlangsung di Munggu Tanah, Selayo, Kecamatan Kubung, dan difasilitasi Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Menteri Pertanian Andi Amran dijadwalkan hadir secara daring.

Rangkaian persiapan dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Solok, H. Candra, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok, bersama Kepala Dinas Pertanian Solok, Deslirizaldi.

“InsyaAllah Gubernur Sumbar juga akan hadir. Daerah terdampak banjir kita libatkan, sebagian mengikuti secara langsung dan sebagian melalui daring,” kata Deslirizaldi.

Ia menjelaskan bahwa penanganan lahan akan mengikuti tingkat kerusakan yang telah diverifikasi, yaitu kategori ringan, sedang, dan berat.

Untuk kategori ringan dan sedang, kegiatan mencakup pembersihan sedimen, penyemaian, dan penanaman ulang. Sedangkan kerusakan berat ditangani dengan alat berat dan melibatkan pihak ketiga.

“Peletakan batu pertama akan dimulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Kategori ringan dan sedang dijadwalkan Januari–Februari, sedangkan kerusakan berat dilaksanakan pihak ketiga,” ujarnya.

Wakil Bupati Candra menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar pemberian bantuan bagi petani.

“Saya ingin memastikan data benar-benar valid karena nantinya Gubernur akan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seluruh daerah terdampak,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian memastikan verifikasi lapangan telah dilakukan. Alokasi lahan kategori berat tercatat seluas 892 hektare.

Ia memaparkan bahwa bantuan untuk kerusakan ringan sebesar Rp4,6 juta per kelompok tani, dengan total dukungan mencapai sekitar Rp15 juta per hektare termasuk irigasi dan pupuk. 

Selain itu, pada 15 Februari akan digelar simulasi teknis penanganan kerusakan ringan dan sedang sebagai contoh di lapangan.

Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, total sawah terdampak bencana mencapai 1.072 hektare. Kerusakan irigasi terjadi di delapan titik sepanjang 1.364 meter.

Dampak lain meliputi hortikultura 90,9 hektare, perkebunan 10,3 hektare, ladang 1 hektare, ternak 110 ekor, serta tiga lokasi asuransi pertanian. Total kebutuhan anggaran penanganan tercatat lebih dari Rp90 miliar.

Pemkab Solok berharap program rehabilitasi ini mempercepat pemulihan lahan pertanian sehingga aktivitas tanam masyarakat kembali berjalan normal.(CR8)

Editor : Hendra Efison
#Selayo Kabupaten Solok #rehabilitasi sawah bencana #Kementan 2026 #lahan pertanian rusak Sumbar