Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alahan Panjang Diproyeksikan jadi Destinasi Wisata Agro, Ini Strategi Pemkab Solok

Dila Kartika Sari • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:07 WIB

Wakil Bupati Kabupaten Solok, Candra melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah petani sekaligus investor lokal, Nofrin, di Samsul’s Villa, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (30/3/2026).
Wakil Bupati Kabupaten Solok, Candra melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah petani sekaligus investor lokal, Nofrin, di Samsul’s Villa, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (30/3/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Wakil Bupati Kabupaten Solok, Candra melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah petani sekaligus investor lokal, Nofrin, di Samsul’s Villa, Rimbo Tinggi Galagah, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (30/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis potensi unggulan lokal di kawasan Alahan Panjang.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Candra meninjau langsung aktivitas budidaya bawang yang menjadi komoditas andalan masyarakat setempat. Ia mengapresiasi produktivitas pertanian di wilayah selatan Kabupaten Solok yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

“Daerah ini seperti berada di tengah ”gudang padi” bawang yang subur. Pertanian menjadi pondasi utama perekonomian masyarakat, apalagi dengan pemanfaatan teknologi modern yang mendukung panen berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Solok saat ini menempati posisi kedua sebagai penghasil bawang terbesar di Indonesia setelah Brebes. Capaian tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk mendorong pengembangan produksi hingga sektor hilirisasi.

Dalam kesempatan itu, Wabup turut memperkenalkan Nofrin sebagai sosok inspiratif. Lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut sebelumnya berkarier di industri energi panas bumi sebelum memutuskan berinvestasi di sektor pertanian. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang agribisnis baru.

Meski panen terakhir sempat terdampak kondisi cuaca kurang bersahabat, hasil produksi dinilai tetap memuaskan. Pemerintah optimistis produksi ke depan akan meningkat dengan dukungan cuaca yang lebih kondusif serta penerapan teknologi pertanian yang tepat.

Wabup Candra juga mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang prospektif dan berkelanjutan.

Usai peninjauan lahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Marcos Sopan. Pembahasan difokuskan pada strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Alahan Panjang, mencakup penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan daya tarik wisata.

Nofrin menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah daerah. Ia berharap dukungan tersebut dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.

“Kami bangga menjadi bagian dari sentra bawang nasional. Untuk sektor pariwisata, kami berharap adanya tambahan fasilitas seperti hotel di Alahan Panjang, karena homestay dan villa yang ada mulai penuh,” ujarnya.

Pengembangan infrastruktur pariwisata diyakini akan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Solok. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#destinasi wisata agro #Penghasil Bawang Merah #pemkab solok #Alahan Panjang