Lebih dari 700 Titik di Kabupaten Solok Ukur Ulang Arah Kiblat, Kemenag: Ibadah Semakin Khusyuk

Dila Kartika Sari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:13 WIB
Petugas melakukan pengukuran ulang arah kiblat di Kabupaten Solok melalui program Indonesia Berkiblat yang dilaksanakan di lebih dari 700 titik. (Kemenag Kabupaten Solok)
Petugas melakukan pengukuran ulang arah kiblat di Kabupaten Solok melalui program Indonesia Berkiblat yang dilaksanakan di lebih dari 700 titik. (Kemenag Kabupaten Solok)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok menyatakan pelaksanaan program Indonesia Berkiblat berjalan sukses dengan pengukuran ulang arah kiblat di lebih dari 700 titik yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15-16 Juli 2026 dengan melibatkan lebih dari 600 peserta.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, mengatakan pengukuran ulang dilakukan sebagai tindak lanjut atas imbauan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Metode yang digunakan adalah memanfaatkan bayangan matahari saat posisinya tepat berada di atas Ka'bah.

"Menindaklanjuti imbauan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, kami telah melakukan pengukuran ulang arah kiblat menggunakan metode bayangan matahari saat tepat berada di atas Ka'bah. Kegiatan ini berlangsung pada 15 dan 16 Juli 2026 di lebih dari 700 titik di Kabupaten Solok," ujar Dedi Wandra, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, pengukuran tidak hanya dilakukan di masjid dan musala umum. Kegiatan juga menyasar kantor pemerintahan, musala rumah makan, musala di kawasan wisata, hingga rumah-rumah warga.

Pelaksanaan program tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Islam di setiap kecamatan. Selain penyuluh, kegiatan juga melibatkan mubaligh, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA), serta masyarakat yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan mengenai teknik pengukuran arah kiblat.

Penyuluh Dampingi Masyarakat Lakukan Pengukuran Mandiri

Dedi Wandra menjelaskan, peserta yang telah memahami metode pengukuran kemudian melakukan pengukuran secara mandiri tepat saat matahari berada lurus di atas Ka'bah.

Cara tersebut dinilai mampu membantu masyarakat memastikan arah kiblat sesuai metode yang digunakan dalam program Indonesia Berkiblat.

"Pelaksanaannya dibimbing oleh Penyuluh Agama Islam di tiap kecamatan. Selain itu, ada juga mubaligh, ASN KUA, dan masyarakat yang sebelumnya belajar kepada penyuluh. Setelah memahami caranya, mereka melakukan pengukuran secara mandiri tepat pada waktu matahari berada lurus di atas Ka'bah," katanya.

Bagi peserta, baik perorangan maupun lembaga yang telah mengikuti program tersebut, Kemenag menyediakan sertifikat yang dapat diunduh dan dicetak secara mandiri melalui akun masing-masing.

X Koto Singkarak Catat Titik Pengukuran Terbanyak

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Solok, Kecamatan X Koto Singkarak menjadi wilayah dengan jumlah titik pengukuran terbanyak, yakni 78 titik.

Selanjutnya Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Gunung Talang masing-masing mencatat 52 titik, sedangkan Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 48 titik.

Secara keseluruhan, seluruh kecamatan di Kabupaten Solok berpartisipasi dalam pengukuran ulang arah kiblat di berbagai masjid, musala, dan lokasi lainnya.

Dedi Wandra berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh arah kiblat yang lebih tepat sehingga pelaksanaan ibadah menjadi lebih khusyuk.

"Dengan adanya pengukuran ulang ini, kita berharap arah kiblat semakin tepat sehingga ibadah kita menjadi lebih khusyuk dan sempurna. Bagi yang belum berkesempatan, masih ada peluang di tahun depan, yakni pada bulan Mei dan Juli saat matahari tepat di atas Ka'bah. Peristiwa ini hanya terjadi empat kali dalam setahun dan waktunya sangat singkat," tutupnya.(*)

Editor : Hendra Efison
Indonesia Berkiblat pengukuran arah kiblat Kemenag Kabupaten Solok arah kiblat kabupaten solok