"Jika tidak segera kita potong dan dibuang, maka bisa mengancam nyawa masyarakat bila terjadi banjir susulan," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Richi Amran, Selasa (3/11).
Pihaknya sudah turun ke lokasi untuk memotong dan membuang kayu besar dan kecil yang beserakan di sepanjang hulu Sungai Batang Lawe tersebut. Penelusuran akan terus dipantau untuk memastikan bekas kayu gelondongan benar-benar sudah tidak ada lagi. "Solsel termasuk daerah rawan bencana, maka pihaknya harus memastikan dampak banjir bandang atau galodo yang kemungkinan bisa terjadi kapan saja," ungkapnya.
Sementara kerugian pasca-banjir bandang yang menghantam tiga kenagarian di Kecamatan Sungai Pagu Jumat (30/10) lalu itu sekitar Rp985.925.720. Di Nagari Pasir Talang Barat sebanyak 32 KK atau 118 jiwa yang terdampak banjir dengan total kerugian Rp176 juta. Dengan rincian di Jorong Batang Lawe Timur 18 KK 64 jiwa kerugian materil Rp104 juta dan Jorong Batang Lawe Barat 14 KK 54 jiwa dengan kerugian material Rp72 juta.
Kemudian di Jorong Mudik Lawe Timur Nagari Sako Utara Pasir Talang terdampak 3 KK atau 13 jiwa dengan total kerugian Rp30 juta. Serta di Jorong Mudik Lolo Barat Nagari Sako Pasir Talang 1 KK atau 2 jiwa jumlah kerugian Rp2 juta. "Kerugian material permukiman penduduk sekitar Rp384 juta, ini baru bersifat taksiran data sementara," paparnya.
Sedangkan kerusakan infrastruktur penahan tebing sungai di tiga nagari tersebut senilai Rp 777. 925.720. Pihaknya akan melakukan perbaikan melalui dana tanggap darurat, dan diharapkan bisa dituntaskan di akhir tahun 2020. "Nah, total kerugian bencana yang kita hitung dilapangan bersifat data sementara sekitar Rp985 juta," jelasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekkab Solok Selatan, Fidel Efendi mengatakan, pihaknya sudah menetapkan tanggap darurat bencana alam, namun saat ini tinggal menunggu tanda tangan bupati. Penetapan tanggap darurat ini melalui Surat Keputusan (SK) Bupati katanya, berdasarkan hasil verifikasi ke lapangan.
Sehingga jelas siapa yang layak dibantu, termasuk perbaikan fasilitas umum, pertanian, rumah penduduk yang mengalami kerusakan. "Kami telah tetapkan tanggap darurat, termasuk upaya pengendalian kerusakan rumah penduduk, fasilitas umum," terangnya. (tno) Editor : Novitri Selvia