PANTI Asuhan Babul Jannah berlokasi di Sungai Lambai, Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solsel. Panti asuhan tersebut memiliki 70 anak asuh yang berasal dari berbagai latarbelakang keluarga. Namun, selama bulan Ramadhan, jumlah anak yang berada di panti berjumlah hanya 10 orang, sedangkan 60 orang lainnya di rumah mereka masing-masing.
Selama bulan Ramadhan, anak-anak yang berada di panti rutin melaksanakan kegiatan menghafal Al Quran. Salah satu anak yang rajin menghafal Al Quran adalah Muhammad Afla. Afla adalah seorang mualaf yang baru belajar agama Islam.
Anak yang dulunya bernama Denmart Setia Gunawan itu kepada Padang Ekspres menceritakan, keputusan menjadi mualaf tersebut dilakukan setelah ayahnya meninggal dunia di Mentawai. Setelah itu ibunya menikah kembali dengan pria muslim dan tinggal di Nagari Lubukgadang.
Anak yang duduk di bangku kelas 3 SD itu mengaku baru 3 bulan belajar agama Islam khususnya dalam menghafal Al Quran. Dalam menghafal AL Quran tersebut, dirinya dibantu oleh para pengajar dan pengasuh di Panti Asuhan Babul Jannah.
“Alhamdulillah, sejak diajarkan oleh para ustad dan pengajar, saya bisa menghafal beberapa ayat Al Quran, bahkan saya sempat menjadi imam shalat teman-teman di panti,” jelas Afla.
Alfa sendiri mengaku bercita-cita sebagai seorang ustad atau penceramah. Ia berharap di masa depan bisa memberikan informasi dan pengetahuan tentang agama Islam kepada banyak orang sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Anak asuh lainnya, Muhammad Fajri Khairil Amri bahkan sudah menghafal 29 juz Al Quran. Prestasi tersebut dia dapatkan setelah mengikuti program belajar tahfiz di Panti Asuhan Babul Jannah.
Terpisah, Pengasuh Panti Asuhan Babul Jannah, Misrayeni mengatakan, untuk membimbing anak asuh di panti terdapat 2 orang pengasuh dan satu orang guru tahfiz Al Quran. Ditambahkan, kegiatan yang rutin dilaksanakan di Panti Asuhan Babul Jannah selama Ramadhan adalah tadarus dan menghafal Al Quran. Kegiatan tersebut diajarkan melalui program Tahfiz Al Quran dan Belajar Mengaji.
Sedangkan untuk menjalankan operasional panti, Misrayeni mengungkapkan, terdapat sejumlah bantuan yang datang salah satunya dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Solsel, berupa paket sembako, dan kemudian berupa uang yang ditransfer ke rekening panti.
“Yang masih kurang di panti ini mungkin lemari pakaian anak-anak. Mereka sangat membutuhkannya, mudah-mudahan saja ada yang tergugah hatinya untuk berdonasi kepada anak-anak,” harapnya. (***) Editor : Novitri Selvia