“Dugaan sementara dari keterangan saksi, api berasal dari bawah rumah gadang milik kaum suku Kampai dengan cepat menjalar ke tiga unit rumah pribadi lainnya,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Solsel, Arnonsyah, Minggu (26/3).
Ia menyebut, tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp1,4 miliar. “Api sangat cepat membesar karena material rumah gadang adalah kayu dan merembes ke rumah lainnya yang letaknya sangat berdekatan,” bebernya.
Sebelum petugas tiba di lokasi, Arnon menyebut warga di kawasan Kampung Adat Terpopuler di Indonesia itu, berupaya melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Namun api tidak bisa terleraikan dan kian membesar dikarenakan di tiup angin saat cuaca panas. “Api berhasil kami padamkan 30 menit,” tuturnya.
Diketahui pemilik rumah itu yakni. Ermalinda, 61, Wira, 51, Devi Indra, 43 dan Hendra, 50.
“Dari empat unit rumah yang terbakar tersebut, kerugian sementara yang dialami pemilik rumah dan kaum rumah gadang suku kampai ditaksir mencapai Rp1,4 miliar,” pungkasnya. (tno) Editor : Novitri Selvia