Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Khairunas: PT SEML Serap 87 Persen Tenaga Kerja Lokal Sumbar untuk Proyek di Solok Selatan

Hendra Efison • Jumat, 27 Juni 2025 | 20:44 WIB

PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML).
PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, kini resmi memasuki tahap kedua pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML).

Proyek strategis nasional ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang digelar secara virtual, Kamis (26/6/2025), serentak bersama 14 provinsi lainnya.

PLTP Muara Laboh tahap kedua ini direncanakan memiliki kapasitas 80 megawatt (MW), melanjutkan tahap pertama yang telah beroperasi dengan kapasitas 85 MW. Investasi pembangunan tahap dua ditaksir mencapai Rp7 triliun dan ditargetkan selesai pada 2027.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, yang mengikuti acara peletakan batu pertama secara virtual di lokasi PLTP Muara Laboh, Kecamatan Pauh Duo, menyebutkan bahwa proyek ini memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.

“Dari produksi listrik tahap satu, kontribusi ke daerah dari SEML mencapai Rp29,5 miliar per tahun. Itu terdiri dari bonus produksi, dana bagi hasil pajak, PNBP royalti, dan landrent,” kata Khairunas.

Rinciannya, bonus produksi rata-rata Rp7 miliar per tahun, dana bagi hasil pajak (PPh dan PBB-P5L) sekitar Rp13 miliar, PNBP royalti Rp9 miliar, dan landrent sekitar Rp500 juta per tahun.

Terkait permintaan masyarakat soal subsidi atau listrik gratis, pihak manajemen SEML menjelaskan bahwa secara regulasi perusahaan tidak diperbolehkan memberikan subsidi langsung. Hal ini karena kontribusi mereka sudah diwujudkan dalam bentuk kompensasi keuangan yang disalurkan ke kas daerah.

“Nilai kompensasi itu akan meningkat jika tahap dua sudah mulai produksi. Ditaksir bisa mencapai Rp50 miliar sampai Rp60 miliar per tahun,” ujar manajemen SEML.

Menjawab pertanyaan awak media soal potensi program listrik gratis, Bupati Khairunas mengatakan saat ini belum ada alokasi khusus.

“Sampai hari ini belum ada program (listrik gratis). Regulasinya tentu ada dari program PLN. Insyaallah nanti akan disesuaikan dengan RPJMD Pemkab Solok Selatan,” ujar Khairunas.

Namun, dari penerimaan daerah yang berasal dari kontribusi SEML, Pemkab Solok Selatan sudah menjalankan beberapa program sosial.

“Kita sudah menghadirkan sekolah gratis, BPJS Kesehatan gratis yang cakupannya mencapai 100 persen. Termasuk program tahfiz Al-Qur’an, CSR perusahaan, dan dukungan terhadap 29 perusahaan yang aktif di Solok Selatan,” jelasnya.

Khairunas juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Forkopimda siap mendukung kelancaran pembangunan PLTP tahap kedua.

“Ini satu-satunya proyek panas bumi di Sumatera Barat. Potensi listrik di Solok Selatan dari panas bumi mencapai 300 MW. Semoga nanti bisa berlanjut hingga tahap ketiga,” katanya.

Dalam proses pembangunan, PT SEML juga menekankan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Sebanyak 87 persen kebutuhan tenaga kerja akan diambil dari warga Solok Selatan dan wilayah Sumbar. (*)

Editor : Hendra Efison
#serap tenaga kerja lokal #PLTP Muara Laboh Unit 2 #Khairunas #tenaga kerja lokal #PT SEML #Solok Selatan Jadi Lumbung Listrik