Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sistem Zonasi tak Optimal, SMAN 4 Solok Selatan Kekurangan Siswa

Arditono Padek • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:00 WIB

APRESIASI: Siswa tercepat mendaftar di SMAN 4 Solsel saat diberikan seragam gratis dari Kepala Sekolah, Akmalu Rijal Putra.(ARDI/PADEK)
APRESIASI: Siswa tercepat mendaftar di SMAN 4 Solsel saat diberikan seragam gratis dari Kepala Sekolah, Akmalu Rijal Putra.(ARDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-SMAN 4 Solok Selatan kembali menghadapi persoalan kekurangan siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Hal ini diduga akibat penerapan sistem penerimaan siswa berbasis domisili yang belum berjalan optimal.

Kepala SMAN 4 Solok Selatan, Akmalu Rijal Putra mengungkapkan, sistem zonasi yang diatur melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 seharusnya menjamin pemerataan penerimaan siswa di sekolah terdekat dari domisili.

“Dengan adanya sistem zonasi ini, semestinya sekolah kami bisa menerima 250 hingga 300 siswa baru, mengingat ada tiga SMP dan dua MTs di sekitar sekolah yang menjadi feeder utama,” ujar Akmalu, Selasa (8/7).

Namun kenyataannya, jumlah pendaftar jauh di bawah target. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya sekolah lain yang masih merekrut siswa dari luar wilayah domisili yang telah diatur oleh kementerian.

“Kami sedang mengumpulkan data untuk disampaikan ke Dinas Pendidikan Sumatera Barat. Apakah sistem zonasi ini hanya formalitas tanpa pengawasan dan penegakan aturan?” katanya.

Akmalu menegaskan, kekurangan siswa ini berdampak langsung pada proses belajar-mengajar di sekolah. Jumlah siswa yang minim membuat pemanfaatan fasilitas sekolah tidak optimal, sementara guru harus berupaya lebih dalam memaksimalkan kualitas pembelajaran.

Ia menilai, jika sistem zonasi ini tidak dijalankan dengan baik, maka prinsip keadilan pendidikan yang memberi kesempatan anak bersekolah dekat rumah mereka akan sulit terwujud.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Sumbar turun tangan dan memastikan aturan ini benar-benar ditegakkan agar tidak ada manipulasi data domisili yang merugikan sekolah lain dan siswa yang berhak,” tegasnya.

Akmalu menjelaskan, tujuan utama sistem zonasi adalah memudahkan akses siswa ke sekolah terdekat, mengurangi beban orang tua, serta menciptakan pemerataan pendidikan. “Kalau aturan ini tidak ditegakkan, maka semangat pemerataan pendidikan akan sia-sia,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah berupaya menarik minat siswa dengan menyediakan seragam gratis untuk 20 pendaftar pertama dan voucher Rp 4 juta untuk calon siswa baru yang meraih peringkat 1 hingga 5 saat di SMP atau MTs.

“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa. Insya Allah, SMAN 4 Solok Selatan akan mewujudkan hal itu untuk meningkatkan mutu dan prestasi sekolah ke depan,” tutup Akmalu. (tno)

Editor : Novitri Selvia
#Akmalu Rijal Putra #Dinas Pendidikan Sumbar #sistem zonasi #SMAN 4 Solok Selatan