Pertemuan itu juga membahas komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian Universal Coverage JAMSOSTEK bagi seluruh pekerja di Solok Selatan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Maulana Anshari Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya melaporkan kondisi terkini mengenai persentase warga pekerja yang telah menjadi peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memaparkan capaian penyaluran santunan kepada peserta yang mengalami risiko sosial ketenagakerjaan.
“Sampai dengan September 2025, total santunan yang telah kami salurkan kepada ahli waris peserta di Kabupaten Solok Selatan telah mencapai Rp12 miliar,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa santunan tersebut dimanfaatkan secara produktif oleh para ahli waris, baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan anak, maupun kegiatan ekonomi keluarga.
Selain pelaporan capaian, BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan berbagai upaya yang tengah dilakukan untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi manfaat program jaminan sosial. Salah satu fokusnya adalah peningkatan pemahaman di fasilitas kesehatan.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada puskesmas serta rumah sakit mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) agar layanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan semakin optimal,” kata Maulana.
Dalam pertemuan tersebut, Maulana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin, termasuk diterbitkannya Instruksi Bupati Solok Selatan terkait percepatan pencapaian Universal Coverage JAMSOSTEK.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi dasar penting dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.
“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Solok Selatan, khususnya melalui regulasi terbaru berupa instruksi bupati untuk percepatan Universal Coverage JAMSOSTEK. Hal ini akan kami tindak lanjuti bersama dengan dinas teknis dan perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Selain agenda audiensi, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan juga turut hadir dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat pekerja.
Maulana menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan Bupati Khairunas serta jajaran pemerintah daerah.
Ia menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta organisasi perangkat daerah (OPD) lain dalam memastikan seluruh pekerja di Solok Selatan terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Terima kasih atas dukungan dan arahannya, Pak Bupati. Insya Allah, kami akan menindaklanjuti bersama OPD teknis agar seluruh masyarakat pekerja di Solok Selatan segera menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Maulana. (*)
Editor : Adetio Purtama