Hingga operasi hari keempat berakhir, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban yang diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan korban dilaporkan hilang sejak Senin (2/2/2026) setelah tergelincir saat memancing di tepi sungai bersama rekan-rekannya.
“Asmadi dilaporkan hilang setelah terpeleset dan jatuh ke sungai ketika memancing bersama empat orang rekannya,” kata Hendri dalam laporan tertulis, Kamis malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat korban hendak berpindah posisi memancing di tepi sungai.
Berdasarkan keterangan saksi, korban langsung terseret arus sungai yang cukup deras setelah terjatuh ke aliran air.
Tim SAR Bagi Dua SRU, Sisir Sungai Sejauh 5 Kilometer
Hendri menjelaskan, Kantor SAR Padang menerima informasi resmi kejadian melalui koordinasi dengan Polres Solok Selatan pada Senin siang.
Upaya pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh warga setempat, namun tidak membuahkan hasil sehingga operasi SAR resmi digelar.
Pada hari keempat pencarian, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan total area pencarian sepanjang lima kilometer aliran sungai.
SRU pertama melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai dari koordinat 1°37'27.10"S - 101°20'16.66"T menuju 1°36'37.00"S - 101°19'31.00"T sejauh 2,5 kilometer.
Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran menggunakan peralatan rafting dari koordinat 1°36'37.00"S - 101°19'31.00"T hingga 1°35'48.36"S - 101°18'48.81"T dengan jarak yang sama.
Baca Juga: Ramadhan 1447 H, Polresta Padang Tingkatkan Patroli Tarawih dan Subuh demi Kamtibmas
Sebanyak 82 personel gabungan terlibat dalam operasi ini, terdiri dari Unit Siaga SAR Solok Selatan, Polres Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, BPBD Kerinci, TNI Koramil, RAPI, perangkat desa, serta warga setempat.
Medan Curam dan Blank Spot Jadi Kendala Pencarian
Hendri menyebutkan kondisi cuaca di lokasi relatif mendukung dengan keadaan berawan dan angin tenang.
Namun demikian, tim SAR menghadapi tantangan medan yang cukup berat selama proses pencarian di aliran sungai tersebut.
“Kendala utama adalah kondisi sungai yang sempit dengan tepian curam, serta lokasi kejadian yang merupakan area blank spot sehingga menyulitkan komunikasi cepat di lapangan,” jelas Hendri.
Untuk mendukung operasi, tim SAR telah menyiagakan berbagai peralatan, termasuk rescue car carrier, perahu rafting, perlengkapan evakuasi, peralatan medis, serta telepon satelit.
Operasi pencarian hari keempat secara resmi dihentikan pada pukul 18.00 WIB tanpa hasil temuan.
Sesuai prosedur, operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Jumat (6/2/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan fokus penyisiran area hilir sungai.(cc1)
Editor : Hendra Efison