PADEK.JAWAPOS.COM–Operasi pencarian dan pertolongan yang berlangsung selama empat hari akhirnya menemukan titik terang. Seorang pria paruh baya bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Selasa (2/6/2026) dini hari.
Jasad korban ditemukan pada koordinat 1°09'30.90"S 100°21'43"E, sekitar 19 kilometer dari Last Known Position (LKP) atau titik terakhir korban diketahui keberadaannya.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyatakan bahwa tim berhasil menemukan korban pada pukul 04.00 WIB setelah serangkaian penyisiran panjang di sepanjang aliran Sungai Batang Sangir yang dikenal memiliki arus deras.
Baca Juga: Mengingat Kembali Tujuan Bernegara
"Tim SAR Gabungan telah menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 1°09'30.90"S 100°21'43"E, dengan jarak sekitar 19 kilometer dari Last Known Position. Korban kemudian dibawa ke rumah duka," ujar Hendri, Selasa pagi.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB. Sutrisno tengah melakukan aktivitas memasang pukek atau alat tangkap ikan tradisional berupa jaring yang umum digunakan masyarakat setempat di perairan Sungai Batang Sangir, tepatnya di kawasan Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.
Nahas, saat beraktivitas di tepi sungai, korban tiba-tiba terseret arus yang deras. Jon, rekan korban yang berada di lokasi kejadian, sempat berupaya memberikan pertolongan.
Namun derasnya arus membuat usaha tersebut tidak berhasil, dan Sutrisno hanyut terbawa aliran sungai. Informasi mengenai kejadian ini diterima pihak SAR dari Jon pada pukul 19.32 WIB di hari yang sama.
Warga sekitar segera melakukan penyisiran mandiri pascakejadian, namun hingga laporan diterima Kantor SAR Kelas A Padang, korban belum juga berhasil ditemukan.
Basarnas segera mengaktifkan operasi SAR setelah menerima laporan. Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°14'57.84"S 101°23'32.90"E, dengan jarak lurus sekitar 34,93 kilometer dari Unit Siaga SAR Solok Selatan, dan jarak tempuh darat sekitar 43,1 kilometer atau setara lebih dari dua jam perjalanan.
Baca Juga: AS Serang Fasilitas Radar-Drone, Iran Tembakkan Misil ke Pangkalan Militer
Pelaksanaan operasi tidak berjalan tanpa hambatan. Tim menghadapi dua tantangan utama, yakni ketiadaan sinyal komunikasi di area pencarian serta derasnya arus Sungai Batang Sangir. Kondisi cuaca selama operasi berlangsung dalam keadaan berawan.
Untuk mendukung operasi, berbagai alat dan perlengkapan SAR dikerahkan, meliputi Rescue Carrier, LCR dengan motor tempel, perahu motor, perahu rafting, perlengkapan mountaineering, alat evakuasi, perlengkapan medis, serta peralatan komunikasi dan logistik pendukung lainnya.
Operasi pencarian ini melibatkan 47 personel dari berbagai unsur. Rinciannya meliputi satu personel TNI, dua anggota Polri, dua petugas BPBD, enam perwakilan Pemerintahan Nagari, satu Camat, 15 anggota Brimob, serta 20 orang dari unsur masyarakat setempat.
Baca Juga: Pemko Payakumbuh Konsisten Jaga Tata Kelola Keuangan, Raih WTP 12 Kali secara Berturut-turut
Setelah jasad korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, seluruh personel mengikuti sesi debriefing pada pukul 05.00 WIB. Setelah debriefing rampung, masing-masing unsur kembali ke kesatuan asal, dan operasi SAR secara resmi ditutup.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan besarnya risiko aktivitas di tepi sungai berarus deras, khususnya bagi para nelayan dan warga yang mengandalkan sungai sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari. (*)
Editor : Adetio Purtama