“Saat ini kami sebagai pusat ahli teknologi (PAT) dan pengembangan kawasan pertanian bekerjasama dengan perguruan tinggi Universitas Andalas telah berhasil menemukan inovasi benih go-kentang sistem aeroponik robotik, dan siap dimanfaatkan,”ujar Ketua Keltan Tani Harapan Baru, Marjulis, Rabu (27/10).
Ia menyebutkan, salah satu latar yang mempengaruhi untuk membuat inovasi baru itu, yakni untuk pengembangan kawasan hortikultura khususnya komoditi kentang di Kecamatan Lembahgumanti memiliki beberapa permasalahan utama seperti sulitnya ketersedian benih go-kentang di tingkat petani.
“Hal ini berakibat, sekarang di hanya sebagian kecil petani yang mampu menanam kentang, padahal dulunya nagari Alahanpanjang dikenal penghasil kentang terbaik nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya sudah melakulan kegiatan temu teknologi benih kentang sistem aeroponik robotik, yang bertujuan agar terdiseminasinya secara cepat informasi teknologi benih go-kentang sistem aeroponik robotik ini kepada masyarakat petani secara luas.
Ia berharap, dengan adanya inovasi itu, akan tumbuh penangkar-penangkar benih kentang bermutu tinggi di tingkat kelompok tani, sehingga petani mudah mendapatkan benih kentang sesuai kebutuhan.
“Semoga ke depannya nagari Alahanpanjang menjadi sentra produsen benih go-kentang terbesar di Sumbar,” tukasnya.
Bupati Solok, Epyardi Asda menyebut, pihaknya sangat tertarik dengan inovasi penanaman kentang dengan sistem aeroponik robotik tersebut. Alahanpanjang merupakan sentra pertanian hortikultura yang menjadi kebanggan.
“Saya sangat mendukung inovasi dari kelompok tani, saya sudah instruksikan Dinas Pertanian dan Perikanan Pangan untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh kelompok tani. Khususnya yang memiliki inovasi positif seperti Keltan Harapan Baru,” jelasnya.
Ia juga meminta Keltan Harapan Baru, untuk memberikan gambaran apa yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi benih go-kentang sistem aeroponik robotik.
Ia berharap para petani di kabupaten Solok bangkit dan berjaya dan perekonomian bangkit, serta mengajak untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mampu menyesuaikan diri.
“Saya menginginkan implementasi dari berbagai teknologi pertanian yang ditemukan,” pungkasnya. (frk) Editor : Novitri Selvia