Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tim Pengabdian Unand Dorong Wisata Minat Khusus Dadiah

Rommy Delfiano • Jumat, 5 September 2025 | 16:17 WIB

Tim pengabdian kepada masyarakat Unand melakukan Pemberdayaan Komunitas Penghasil Dadiah dalam Pengembangan Wisata Minat Khusus di Nagari Aiadingin” di Ruang Rapat Kantor Wali Nagari Aiadingin.
Tim pengabdian kepada masyarakat Unand melakukan Pemberdayaan Komunitas Penghasil Dadiah dalam Pengembangan Wisata Minat Khusus di Nagari Aiadingin” di Ruang Rapat Kantor Wali Nagari Aiadingin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebagai salah satu daerah penghasil dadiah yang telah mendapatkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, ditunjang kekayaan produk pertaniannya, Nagari Aiadingin, Kecamatan Lembahgumanti, Kabupaten Solok, potensial untuk pengembangan wisata minat khusus dadiah dan agrowisata.

Hal inilah mendasari tim pengabdian Unand mengangkat kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Penghasil Dadiah dalam Pengembangan Wisata Minat Khusus di Nagari Aiadingin” di Ruang Rapat Kantor Wali Nagari Aiadingin, Kecamatan Lembahgumanti, Kabupaten Solok, baru-baru ini. Legiatan ini diikuti pengolah dadiah dan pemuda nagari, serta perangkat nagari.

Kegiatan dikonsep dalam bentuk diskusi bersama pihak nagari, pelatihan kelembagaan, pemasaran, dan video digital. Hal ini ditujukan untuk penguatan kapasitas komunitas lokal dalam pengelolaan potensi wisata minat khusus berbasis budaya dan kuliner khas Minangkabau.

Ketua pelaksana, Yulistriani menyatakan bahwa kegiatan ini dibiayai Universitas Andalas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, tahun 2025.

“Kegiatan ini salah satu bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang mengintegrasikan hasil riset sebelumnya pada tahun 2022 dan diaplikasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Nagari Aiadingin mempunyai potensi luar biasa dari keindahan alam, pertanian dan makanan khas dadiahnya,” ujar Yulistriani.

Wali Nagari Aiadingin Heril Wandi berharap kegiatan ini berlanjut dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. “Sehingga, sertifikat WBTB tidak sekedar sertifikat, tetapi bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia diamini Amrizal, Ketua BPN.

Kegiatan ini kolaborasi aktif tiga institusi pendidikan tinggi. Yuerlita, dosen pada S-3 Ilmu Pertanian Universitas Andalas memaparkan materi soal pentingnya kelembagaan.

Maulia Usni, dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh memaparkan pentingnya bauran pemasaran. Lalu Sofia Yose, dosen Prodi Animasi Politeknik Negeri Padang sekaligus praktisi dalam bidang fotografi dan videografi, memaparkan bagaimana tips dan trik membuat konten video yang menarik dan dapat memperluas pasar.

Mahasiswa dan dosen turut ambil bagian dalam pelaksanaan dan pendampingan kegiatan, menjadikan proses pengabdian ini sebagai ruang belajar bersama yang dinamis.

Setiap sesi pelatihan diawali pretest dan diakhiri posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Antusiasme peserta sangat tinggi, peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

“Memang pelatihan pemasaran ini yang Kami butuhkan,” ujar M Yunas salah seorang peserta. “Kita harus berlembaga agar bisa lebih maju, tidak saja kaum tua tapi juga anak-anak muda nagari,” ujar peserta lainnya, Firman.

Di akhir kegiatan, tim pengabdian juga melakukan identifikasi kebutuhan lanjutan komunitas, sebagai dasar perencanaan program berikutnya.

Harapannya, terbentuk kelembagaan khusus dalam pengelolaan potensi lokal dadiah untuk wisata minat khusus. Selain itu, pemasaran produk lokal melalui media digital diharapkan semakin meluas, dan pemuda nagari mampu menghasilkan konten kreatif yang mempromosikan potensi daerah secara lebih luas. (rdo)

Editor : Adetio Purtama
#wisata #Tim pengabdian #dadiah #unand