PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah keterbatasan anggaran, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra berkomitmen tetap berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat.
Meskipun harus menghadapi defisit anggaran terbilang tajam, dia menolak menjadikan itu alasan untuk berhenti bergerak.
“Kita tidak boleh berhenti berjuang,” tegas Dhani—panggilan Ramadhani Kirana Putra—ketika menerima kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan Padang Ekspres dipimpin Dirut Mhd Nazir Fahmi didampingi Pemred Rommi Delfiano dan Manager Sirkulasi Koran Dicky Junaidi di ruangan Wali Kota Solok, kemarin (25/9).
“Ekonomi mungkin belum berputar sempurna, tapi masyarakat tidak boleh kehilangan semangat. Hiburan tetap jalan, kegiatan tetap kita dukung dengan segala keterbatasan. Asal, manfaatnya jelas,” ujar Dhani didampingi Sekko Desmon dan Kadiskominfo Heppy Dharmawan.
Langkah konkret dilakukan dengan merespons cepat berbagai isu sosial, termasuk potensi kerawanan akibat tekanan ekonomi, seperti isu PBB dan persoalan sosial lainnya.
Wali kota menyebutkan, setiap ada potensi konflik atau keresahan, timnya langsung turun ke lapangan. “Kita ingin hadir sebagai antitesis dari kondisi stagnan. Masyarakat tidak boleh merasa sendiri. Kita hadir, kita antisipasi,” kata dia.
Meskipun banyak kegiatan harus disesuaikan, pemko tetap memastikan roda pemerintahan dan pembangunan terus berjalan. Program-program strategis, khususnya di bidang infrastruktur dan kesehatan, tetap dijalankan secara selektif dan terukur.
Ia menekankan bahwa belanja harus efisien, tidak hanya habis untuk kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Penyusunan APBD Perubahan 2025, menurutnya, proses krusial dalam penataan ulang.
“Perubahan APBD kita lakukan di tengah bulan, ini tidak biasa. Tapi dengan segala yang terjadi, kita harus fleksibel. Target pendapatan kita naikkan. Belanja pun harus realistis. Uangnya harus terencana, meski jumlahnya terbatas,” jelas dia.
Wali Kota juga menyebut peran penting berbagai pihak, termasuk mitra kerja seperti Padang Ekspres dan dukungan sektor swasta. Semuanya bagian dari strategi bertahan dan bangkit.
“Padang Ekspres mitra strategis. Kita akan bangun komunikasi intensif di awal tahun, mulai menyusun langkah jangka panjang. Kita ingin bergerak, tapi terencana,” ucapnya.
Dia mengakui, masih banyak pekerjaan rumah, tetapi meyakini bahwa jika ditata dengan baik, ditanggung bersama, dan dijalankan dengan niat yang bersih, maka keterbatasan tidak akan menjadi malapetaka.
Dirut Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi memahami keterbatasan anggaran dihadapi pemerintah daerah. Selaku mitra strategis Pemko Solok, Padang Ekspres tidak diam. Tapi, tetap berupaya maksimal publikasi pelaksanaan program-program percepatan pembangunan daerah.
“Bila kita diam, tentunya geliat pembanguan daerah tidak tersampaikan kepada publik. Bila sudah begitu, jelas sebuah kerugian besar bagi masyarakat dan daerah,” ujar Nazir. Padang Ekspres tetap menjadi mitra strategis Pemko Solok. (r)
Editor : Novitri Selvia