Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alunan Lagu Iwan Fals jadi Ciri Khas Pak Baron Jual Kue Pelita di Kota Solok

Dila Kartika Sari • Selasa, 20 Januari 2026 | 11:01 WIB

Pak Baron, penjual kue pelita di Kota Solok.
Pak Baron, penjual kue pelita di Kota Solok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah hiruk pikuk Kota Solok setiap pagi, alunan lagu Iwan Fals kerap menjadi penanda kehadiran Pak Baron (64), penjual kue basah keliling yang telah menekuni usahanya sejak 2015. Dengan gerobak sederhana, ia setia berkeliling kota menjajakan aneka kue basah buatannya sendiri.

Beragam kue basah dijual Pak Baron, di antaranya Kue Pelita Khas Malaysia, Bubur Sum Sum, Kue Talam, dan Sarikayo. Kue Pelita menjadi menu andalan. Kue berbahan dasar tepung beras itu diisi potongan buah bengkoang dan disajikan dalam wadah daun pisang.

Untuk satu kotak Kue Pelita, Pak Baron membanderol harga Rp10.000, sementara jenis kue lainnya dijual Rp5.000 per porsi.

Setiap hari, Pak Baron berangkat dari rumahnya di Jalan Berok I Nomor 03, Kelurahan PPA, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, sekitar pukul 06.00 WIB. Dengan gerobak bantuan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Solok pada 2015, ia memulai aktivitas berjualan dari Pasar Raya Kota Solok, sebelum melanjutkan berkeliling ke kawasan Balai Kota hingga Rumah Sakit Umum Kota Solok.

“Setelah salat Subuh pukul 06.00 WIB, saya langsung keluar rumah dan berjualan. Sampai pukul 08.00 WIB, saya jualan di Pasar Raya, baru setelah itu keliling Kota Solok,” ujar Pak Baron, Selasa (20/1/2026).

Hal yang membuat Pak Baron mudah dikenali pelanggan adalah cara uniknya memberi tanda kehadiran. Saat berkeliling, ia selalu memutar lagu-lagu Iwan Fals dari pengeras suara di gerobaknya. Bagi pelanggan setia, alunan lagu tersebut menjadi sinyal bahwa Pak Baron telah tiba.

“Sejak awal berjualan, saya pakai cara itu. Saya memang suka lagu-lagu Iwan Fals. Kalau pelanggan dengar lagunya, mereka tahu saya sudah datang. Tapi pagi-pagi waktu keluar rumah, saya putar ceramah dulu untuk siraman rohani, baru setelah itu lagu Iwan Fals sampai pulang,” katanya.

Pria asal Sulit Air, Kabupaten Solok, itu mengaku ide berjualan Kue Pelita Khas Malaysia terinspirasi dari sang kakak yang menekuni usaha serupa di Malaysia. Hampir setiap tahun, khususnya saat bulan Ramadan, ia menyempatkan diri berkunjung dan belajar langsung dari kakaknya.

Namun, sejak pandemi, pendapatan Pak Baron mengalami penurunan signifikan. Daya beli masyarakat yang melemah membuat penghasilannya berkurang hingga setengah dari kondisi normal.

“Biasanya bisa dapat sekitar Rp300 ribu per hari, sekarang paling Rp150 ribu. Kadang habis, kadang tidak, tergantung rezeki. Apalagi ekonomi sekarang agak susah,” ujar ayah dari empat anak tersebut.

Meski demikian, Pak Baron memilih tetap bertahan. Ia mengaku bersyukur masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus berjalan keliling menjajakan kue basah buatannya.

“Bahan-bahan seperti gula dan plastik naik harga, tapi saya tidak menaikkan harga kue. Sekarang yang penting masih bisa untung sedikit dan tetap berjualan,” tuturnya.

Selain dijual keliling, Kue Pelita Khas Malaysia buatan Pak Baron juga melayani pesanan untuk berbagai kegiatan, seperti acara kantor maupun baralek. Menurutnya, kunci bertahan dalam usaha kuliner adalah menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan kerapian sajian.

“Yang penting rasanya enak, bersih, dan rapi, supaya pembeli nyaman dan mau kembali membeli,” tutup Pak Baron. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#ciri khas #kue pelita #lagu iwan fals #Pak Baron #kota solok