Program pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Tahti, Iptu Yosrizal. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas mental serta memberikan motivasi kepada para tahanan agar dapat melakukan introspeksi diri selama menjalani masa penahanan.
Dalam tausiyahnya, Buya Syamsudin mengajak para peserta untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa serta menjadikan masa penahanan sebagai momentum untuk memperbaiki diri.
Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, para tahanan diharapkan mampu memanfaatkan waktu selama berada di rumah tahanan untuk memperbaiki perilaku, meningkatkan ibadah, serta memperkuat akhlak.
“Kondisi saat ini hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk merenung dan memperbaiki diri. Perubahan yang dimulai dari niat yang baik akan membawa seseorang pada kehidupan yang lebih baik pula,” pesan Buya Syamsudin dalam tausiyahnya.
Sementara itu, Iptu Yosrizal menegaskan bahwa kegiatan pembinaan spiritual ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan pembinaan kepada para tahanan, tidak hanya dari sisi keamanan tetapi juga dari aspek mental dan moral.
“Harapan kami, melalui pembinaan ini para tahanan dapat memperoleh ketenangan batin serta semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi tindak pidana di masa mendatang,” ujar Iptu Yosrizal.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kekhusyukan. Para penghuni rutan terlihat antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan adanya respons positif terhadap pesan-pesan moral yang diberikan.
Melalui program pembinaan nonfisik ini, Polres Solok Kota berharap para tahanan dapat mengalami perubahan perilaku yang signifikan sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya, mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitar. (cr8)
Editor : Adetio Purtama