Diketahui sebelumnya Sabtu, (1/10) lalu, ratusan suporter Arema FC serta termasuk dua anggota polisi meninggal selepas pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto mengatakan, duka mendalam baru-baru ini menyelimuti pesepakbolaan Indonesia bahkan seluruh pecinta sepak bola dunia turut berduka dalam insiden tersebut.
"Untuk itu, kita hadir di sini bersama turut berbela sungkawa, mari kita doakan semoga arwah korban insiden Kanjuruhan, diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dalam musibah ini, dan untuk para korban yang luka-luka semoga segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin," ujarnya.
Ia berharap, agar kita semua dapat saling menjaga dan jadikan peristiwa ini sebagai intropeksi bagi kita agar setiap pertandingan berjalan dengan kondusif dan hal serupa tidak terjadi di Sumatera Barat pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.
"Harapan kita semua insiden di Stadion Kanjuruhan adalah insiden terakhir persepakbolaan di tanah air jangan sampai ada lagi insiden seperti ini di masa yang akan datang," harapnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan kegiatan doa bersama ini akan dilaksanakan selama lima hari mendatang.
"Kegiatan ini, mulai malam ini sampai dengan terakhir malam minggu. Jadi lima hari berturut turut kita laksanakan dengan target jemaah kurang lebih 1.000 orang setiap malam, kita prioritaskan setiap malamnya yaitu untuk penggemar sepakbola, khususnya suporter pendukung dari Semen Padang FC," tukasnya. (rid) Editor : Hendra Efison