"Festival yang pertama kali ini, digelar di rumah gadang yang notabene ruang publik di Minangkabau termasuk sebagai ruang publik untuk aktivitas budaya bagi pelaku budaya dan masyarakat," ujar Direktur Festival Yusril Katil, saat jumpa pers di Gedung Dinas Kebudayaan Sumbar, Padang, Kamis (3/11/2022).
Hadir Kadisbud Sumbar Syaifullah, Manajer Festival Dedi Novaldi, dan dimoderatori Nasrul Azwar.
Festival ini, kata Yusril, dalam kerangka memaknai kembali kearifal lokal budaya Minangkabau ditekankan pada tiga perspektif, yaitu pamenan kato, pamenan mato, dan pamenan talingo.
Pamenan kato (permainan kata) mencakup pada kekuatan bahasa dan sastra (lisan) Minangkabau. Pamenan mato (permainan mata) pada aspek keterampilan, kreativitas dan atraksi budaya masyarakat, dan pamenan talingo (permainan telinga) yang merujuk pada kekayaan musik tradisional. Ketiga jenis pamenan rakyat dihadirkan dalam Festival Pamenan Minangkabau.
Yusril Katil mengatakan, ada lima bagian utama yang ditampilkan dalam Festival Pamenan Minangkabau 2022 #Inspirasi RumahGadang ini yaitu:
1. Pamenan Seni Tradisi Anak Nagari (randai, cimuntu, lukah gilo, saluang dan dendang, musik talempong, permainan tradisi anak nagari dan makanan khas Minangkabau).
2. Pementasan Seni Inovasi (Modern) Berbasis Tradisi Minangkabau (musik, tari, teater, dan kolaborasi lainnya)
3. Pameran Digital Naskah dan Foto Teater Sumatera Barat sejak era tahun 60-an hingga 2020 dalam bentuk digital dan konvensional sebagai upaya merawat ingatan kolektif publik atau masyarakat terhadap sejarah perjalanan teater di Sumatera Barat.
4. Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan tema "Mengoptimalkan Fungsi Rumah Gadang sebagai Ruang Publik yang akan diikuti ninik mamak, budayawan, seniman, akademisi, bundo kanduang, dan lainnya.
5. Balai Pamenan Cepak-cepoang masakan khas anak nagari (ikonik Luhak Tanah Data), Ekspo UMKM dan suvenir lainnya.
"Rancangan festival ini dimulai dari konsep pamenan. Kata pamenan sering digunakan dalam praktik adat budaya Minangkabau seperti pepatah, petitih, pasambahan, mamangan adat dan sebagainya. Secara budaya, masyarakat Minangkabau mempunyai empat tempat untuk melakukan aktivitas sosialnya termasuk pamenan yaitu rumah gadang, surau, lapau (rantau/galanggang), dan balai adat. Maka, Festival Pamenan Minangkabau mengkolaborasikan dalam peristiwa budaya dengan kerangka kreatif inspirasi rumah gadang," ujar Yusril Katil.
Dijelaskannya, setelah melewati proses dan kerja kuratorial, ada 16 kelompok yang akan tampil pada Festival Pamenan Minangkabau 2022 ini dengan genre dan basis kreatif yang berbeda.
"Kegiatan ini juga dikombinasikan dengan aktivitas usaha souvenir dan makanan khas dari nagari-nagari masing-masing. Lapak-lapak dan balai-balai kita buka untuk pelaku usaha selama iven ini berlangsung. Selain itu, ada juga permainan tradisi sipak rago dan cimuntu," terang Yusril Katil, yang juga pengajar di ISI Padangpanjang ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatra Barat Syaifullah mendukung dan berharap iven Festival Pamenan Minangkabau memotivasi kaum dan pasukuan di Minangkabau untuk mendayagunakan rumah gadangnya sebagai ruang-ruang publik berkesenian sehingga terbangun ekosistem kebudayaan atas partisipasi aktif masyarakat.
"Dengan demikian, rumah gadang memungsikan dirinya untuk kebudayaan dan kesejahteraan masyarakatnya. Kita tentu sangat mendukung dan memberi apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Pamenan Minangkabau 2022 ini," kata Syaifullah.
Terpisah, Sahrul N, Ketua Kurator menyebutkan, pamenan bukan hanya sekadar konsep permainan rakyat, namun juga konsep berpikir. Pola pamenan dalam pemikiran masyarakat Minangkabau dilandasi oleh filosofis budaya.
"Mengapa kami memilih rumah gadang sebagai wilayah untuk membuat sebuah peristiwa budaya karena rumah gadang salah satu perkenalan pertama manusia Minangkabau dengan sistem matrilinealnya. Rumah gadang merupakan "dunia ibu". Rumah gadang salah ruang penting bagi masyarakat Minangkabau dalam aktivitas dan praktik sosial-budaya," urai Sahrul N yang didampingi Kurniasih Zaitun, Afrizal Harun, dan Ali Sukri, anggota kurator.
Festival Pamenan Minangkabau 2022 akan dihadiri jajaran pejabat di Direktorat Kebudayaan Kemendikbudristek, Bupati Tanahdatar dan jajarannya, Wali Nagari Pagaruyung dan perangkatnya, KAN Pagaruyung, Bundo Kanduang Provinsi Sumatra Barat, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, seniman dan budayawan, dan masyarakat umum.
Festival ini didukung Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bentuk program hibah Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) 2022.(*) Editor : Hendra Efison