Untuk tahap I sudah disalurkan Wali Kota Fadly Amran Datuak Paduko Malano dan Wakil Wali Kota Asrul secara simbolis, pasa Sabtu (12/11), sebesar Rp1,2 miliar lebih. Sisanya akan disalurkan Desember mendatang. Penyaluran BLT BBM itu untuk saat ini adalah satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat.
Wako Fadly di sela-sela penyaluran bantuan menyebutkan, untuk tahap I ini ada sebanyak 2.797 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima BLT BBM ini. Rinciannya, sebanyak 1.664 KPM di Kecamatan Padangpanjang Barat (PPB) dan di Kecamatan Padangpanjang Timur (PPT) untuk 1.133 KPM.
Fadly menyampaikan, dari 10.500 KK dalam DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), sebelumnya sebanyak 2.051 KPM telah menerima BLT BBM dari anggaran Kementerian Sosial untuk tahap I Rp615.300.000. Namun Pemko Padangpanjang turut menganggarkan agar seluruh 10.500 KK bisa menerima BLT BBM ini.
“Makanya untuk tahap I ini, dana dari APBD senilai Rp1,25 miliar digelontorkan untuk membantu 2.797 KPM. Bagi KPM yang belum menerima BLT BBM sekitar 5.652 lagi, akan disalurkan bantuan tahap II pada Desember mendatang, Rp3,8 miliar dari dana insentif daerah (DID). Sehingga semua KPM yang terdata DTKS akan mendapat BLT BBM ini,” paparnya.
Dijelaskannya, DID yang diterima Pemko dari pemerintah sebesar Rp8,9 miliar. DID ini didapatkan lantaran Pemko Padangpanjang dinilai satu-satunya kota di Sumatera Barat yang sangat baik dalam penanganan inflasi, keberhasilan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (PDN), percepatan belanja daerah, percepatan vaksinasi Covid-19, serta dukungan belanja daerah terhadap penurunan kemiskinan, pengangguran, dan stunting.
"Jadi KK yang belum menerima BLT BBM ini, nanti akan menerimanya dari dana DID di tahap berikutnya. Di luar itu, kita juga memberikan bantuan untuk driver ojek. Ada tambahan, bila mereka terdaftar di DTKS. Selain dapat Rp450.000, juga mendapatkan untuk tiga bulan Rp300.000, menjadi Rp750.000. Ada sekitar 1.000-an driver ojek," sebutnya.
Dari DID ini, lanjut Fadly, bantuan juga akan diberikan kepada pengusaha angkot, subsidi BBM sebesar Rp1 juta.
"Ada juga bantuan peralatan pendukung UMKM, bantuan bibit cabai di antaranya untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga yang memiliki keinginan menanam cabai. Untuk sekitar 2.000 KK. Ini guna mengatasi inflasi dari harga cabai," ujarnya seraya menyebutkan bibit cabai selain dari DID juga dari CSR.
Sementara itu Wawako Asrul berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan kenaikan harga BBM.
"Mudah-mudahan inflasi dapat kita tekan terus di Kota Padang Panjang. Kita harap bantuan ini dapat meringankan ekonomi masyarakat dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya," katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPA) Osman Bin Nur menyampaikan, untuk BLT BBM ini, kelurahan diharuskan melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima dan dimusyawarahkan di tingkat kelurahan agar penyaluran bansos tepat sasaran.
Selanjutnya, hasil musyawarah dituangkan dalam Berita Acara Hasil Verifikasi Validasi (verval) dan Usulan KPM BLT BBM, sesuai format terlampir.
"Surat hasil verval usulan KPM BLT BBM disampaikan kelurahan ke DSPPKBPPPA," ungkapnya dalam penyaluran BLT BBM yang juga dihadiri Sekko Sonny Budaya Putra Kepala Cabang Bank Nagari, Zulhendri dan jajajaran pejabat pemko terkait.(rel) Editor : Admin Padek