Ketua umum DPW ALFI Sumbar, Rifdial Zakir mengatakan ALFI memiliki sebuah lembaga pendidikan & pelatihan yang dinamakan ALFI Institute yang berfokus pada peningkatan SDM di bidang logistik bagi anggota sendiri, maupun pihak lain yang terkait seperti eksportir atau importir, instansi pemerintah, dan dunia pendidikan.
Ia mengatakan di beberapa daerah, ALFI sudah banyak berkolaborasi dengan institusi pendidikan, bersama membangun kurikulum, penelitian dan traning. Dan di Sumbar kerja sama tersebut perdana dilakukan dengan PNP.
Rifdial mengatakan sektor logistik banyak mengalami perubahan dari masa ke masa. Pasar logistik mengalami pertumbuhan pesat seiring degan perubahan pola konsumsi masyarat yang mudah untuk berbelanja saat ini.
Sektor logistik juga salah satu bagian penting untuk memberikan kontribusi positif bagi perkembangan bisnis & ekonomi di Indonesia. Data BPS, tahun 2022 mengatakan pertumbuhan logistik mencapai19.87%, tahun ini diprediksi juga akan ada peningkatan.
Tetapi Rifdial mengatakan di sektor global posisi indonesia saat masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura.
“LPI (logistic performance indeks) yang dirilis Bank Dunia baru-baru ini kita berada di urutan 63 dari 139 negara. Penilaian tersebut diukur dari seberapa mudahnya ekspor ke negara tujuan, kualitas infrastruktur, ketersediaan layanan logistik, serta hambatan sektor publik,” ucapnya.
Ia mengatakan seiring degan pertumbuhan logistik yang digambarkan tentunya akan semakin membuka peluang bagi mahasiswa lulusan logistik untuk terjun ke dunia usaha bahkan menjadi seorang pengusaha yang lebih baik.
“Saat ini, ALFI bersama degan pemerintah terus mendorong beberapa hal penting seperti sistem logistik berbasis digital. Ini sangat memerlukan SDM yang melek teknologi. logistik skill yang cakap & kompeten. Sebagai solusi untuk mengurangi biaya logistik yang masih tergolong tinggi. Diharapkan nantinya berpengaruh kepada pertumbuhan ekspor. Sinergi antara ALFI & PNP ini dapat menghasilkan generasi penerus dengan pemahaman logistik yang lebih luas. Memiiliki nilai tambah dan memudahkan masuk dalam industri logistik di wilayah Sumbar, nasional maupun global,” katanya.
Rifdial berharap ke depannya seluruh rekanan tentu saja dari PNP untuk dapat berdiskusi lanjut dengan team di ALFI institute membahas kurikulum lanjutan secara terpadu berbasis kepada praktik real dunia usaha logistik saat ini berjalan.
“Dewan pengurus pusat ALFI melalui ketua umum kami Yuki Nugrahawan Hanafi, menyampaikan salam dan mendukung penuh kerja sama ini, sebagai upaya harmonisasi sistem logistik yang berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, Wadir Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Padang Ihsan Lumasa Rimra SST MSc mengatakan Prodi D4 Logistik Perdagangan Internasional PNP start pembelajaran di tahun 2023 ini. Ia mengatakan dibutuhkan kolaborasi dengan praktisi logistik untuk menyempurnakan kurikulum akademik, kerja sama pengajar praktisi dari ALFI, kesempatan magang mahasiswa di dalam perusahaan anggota ALFI serta pelatihan dan sertifikasi yang ada di ALFI institute untuk para dosen PNP dan mahasiswa ke depannya.
Sementara itu, Kadis Perindustrian & Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan mendukung peningkatan SDM logistik melalui pendidikan dan vokasi. Serta program pengembangan profesi logistik dan sertifikasi yang ada di ALFI institute.
Ia juga berharap agar program pendidikan ALFI ini masuk ke dalam jajaran instansi pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan ASN terhadap sektor logistik.(y) Editor : Hendra Efison