Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kepala BI Sumbar: Ekonomi Sumatera Barat Terus Tumbuh

Hendra Efison • Kamis, 17 Agustus 2023 | 16:20 WIB
Photo
Photo
PADEK.CO—Meski ekonomi global masih berada dalam ketidakpastian, namun tak berpengaruh kepada ekonomi nasional maupun Sumbar. Buktinya ekonomi nasional dan Sumbar terus tumbuh pascapandemi Covid-19.

Jika ekonomi Nasional berada pada 5,17 persen pada triwulan II 2023 ini, ekonomi Sumbar di posisi 5,14 persen (yoy), mengalami akselerasi dari tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Endang Kurnia Saputra mengatakan, peningkatan ekonomi Sumbar triwulan II ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perekonomian seiring hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha dan penyelenggaraan iven berskala nasinonal yakni Penas Tani XVI.

“Kinerja perekonomian Sumatera Barat triwulan II 2023 ini lebih baik dibandingkan Sumatera namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional,” ujar Endang akrab disapa Adang saat media briefing, di Padang, Rabu (16/8).

Adang mengatakan, pendorong perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II tahun 2023 antara lain peningkatan kunjungan wisata, potensi alam sebagai potensi pariwisata serta pulihnya permintaan domestik dan global.

Ke depan, agar ekonomi Sumbar terus tumbuh, Bank Indonesia, lanjut Dadang, telah menyiapkan 6 strategi. Antara mendorong kinerja investasi. Tahun ini ditargetkan Rp 8 triliun. Kemudian menjadikan pariwisata sebagai new source of growth engine.

Strategi lainnya adalah peningkatan inklusivitas ekonomi, penguatan lumbung pangan, sinergi pengendalian inflasi GNPIP serta perluasan digitalisasi keuangan. Pihaknya juga mendorong ekonomi pesantren, UMKM dan petani milenial untuk penopang ekonomi Sumbar.

Selain pendorong, Adang juga memaparkan faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi Sumbar. Antara lain, investasi yang dalam tren menurun, daya saing ekonomi yang relatif rendah serta akses pembiayaan rendah dibanding provinsi lain. Ia berharap dengan tren positif pertumbuhan ekonomi ini akan menjadi daya tarik bagi investor masuk ke Sumbar.

Dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan II didorong oleh Lapangan Usaha transportasi dan konstruksi. Pengeluaran juga turut didorong oleh kinerja investasi yang tercatat meningkat.

Adang mengatakan, perekonomian Sumatera Barat sepanjang tahun 2023 akan terus bertumbuh. Pertumbuhan tersebut didorong oleh antara lain pencabutan PPKM di akhir tahun 2022 dan sektor pariwisata yang semakin meningkat. Selain itu peningkatan konsumsi dan peningkatan permintaan domestik sejalan dengan pemulihan ekonomi serta peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan.

Inflasi Turun Drastis

Sementara itu, inflasi Sumatera Barat juga terus turun. Dari 7,43 menjadi 2,19 persen (yoy) pada Juli 2023. Berada di sekitar batas bawah sasaran inflasi yaitu 3+-1 (yoy).

“Terima kasih pemerintah provinsi, kota kabupaten TPID-nya berjalan sangat baik. Mesin pengendalian inflasinya berjalan sangat baik. Juga kerja sama yang baik antar daerah dan provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ujar Adang.

Secara umum, penurunan inflsi disumbang oleh penurunan komoditas utama sepert cabai merah yang tren menurun, adanya gerakan tanam, dan penurunan tarif angkutan udara.

Sedangkan faktor pendorong inflasi Sumatera Barat antara lain potensi gangguan cuaca El-Nino yang moderat, akselerasi mobilitas dan daya beli masyarakat utamanya saat HKBN.

Inflasi Sumatera Barat diprakirakan berada pada rentang inflasi nasional berkat upaya yang masif dan efektif serta sinergi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang semakin kuat. Potensi gangguan iklim El-Nino moderat serta kenaikan harga pakan ternak unggas merupakan faktor yang mendorong inflasi.

Sebagai upaya mitigasi berbagai risiko inflasi ke depan, TPID Sumatera Barat memperkuat kolaborasi dalam implementasi GNPIP untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi efektif. (eni) Editor : Hendra Efison
#ekonomi sumbar #Endang Kurnia Saputra #ekonomi tumbuh #Kepala BI Sumbar