PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanahdatar, Sumatera Barat kembali erupsi, Senin (4/12/2023). Informasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, letusan terjadi pukul 08:22 WIB.
Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 68 detik," kata PVMBG dalam laporannya yang disampaikan Pemantau Gunung Api Marapi Ahmad Rifandi.
Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius 3 km dari kawah atau puncak.
Sehari sebelumnya, Minggu (3/12/2023), Gunung Marapi di Sumbar meletus dengan kolom abu teramati membubung setinggi 3.000 meter. Letusan itu terjadi sekitar pukul 14.54 WIB.
Menurut hasil perekaman seismogram PVMBG, erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik. Letusan menyebabkan hujan abu vulkanik terutama di beberapa kecamatan, termasuk Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, Malalak, Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Lubuk Basung, IV Koto, Matur, Tanjung Mutiara, Palembayan, dan Kamang Magek.
Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI segera membagikan masker kepada masyarakat. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah dulu mengingat intensitas hujan abu vulkanik yang tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan.
"Masyarakat sudah dibagi masker dan diingatkan agar tetap di dalam rumah,” kata Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam, Ade Setiawan.
Pusdalops BPBD Agam mengungkapkan bahwa terdapat 47 pendaki saat erupsi terjadi. Hingga pukul 19.40 WIB tadi malam, sebanyak 19 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sedangkan 28 orang belum turun.(*) Editor : Admin Padek