Yang menjadi pertanyaan, apakah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi memiliki Early Warning System (EWS). Alat ini jelas bertujuan agar masyarakat dapat segera menyelamatkan diri dari bahaya.
Petugas pengamat Gunung Marapi, Teguh Purnomo saat dihubungi Harian Rakyat Sumbar (Riau Pos Group) menjelaskan, Gunung Marapi memiliki 8 buah EWS yang disebar mengelilingi Gunung Marapi.
"Gunung Marapi memiliki 8 buah EWS yang dibangun secara permanen di delapan titik Gunung Marapi. Alat ini bertujuan untuk memantau perkembangan gerakan vulkanik di kawah Gunung Marapi," ucapnya.
"Artinya, kami bisa mengetahui peluang erupsi itu terjadi," tambahnya.
Mengenai terdapatnya 11 orang korban jiwa akibat erupsi Gunung Marapi, Teguh Purnomo menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan peringatan untuk tidak mendekati kawah dengan radius 3 km.
"Sejak Agustus 2011 hingga saat ini, kita belum mencabut level Waspada (Level II) pada Gunung Marapi. Artinya, sewaktu-waktu erupsi bisa terjadi, dan kita setiap bulan mengeluarkan rekomendasi agar tidak mendekati bibir kawah radius 3 km," jelasnya.
Mengenai 11 orang yang meninggal akibat erupsi Gunung Marapi, Teguh Purnomo menjelaskan, pihaknya tidak mempunyai hak untuk pelarangan pendakian Gunung Marapi.
"Untuk izin pendakian, silakan konfirmasi kepada pengelola taman wisata alam (TWA) Gunung Marapi, karena mereka yang memberikan izin pendakian," tutupnya. (edg) Editor : Hendra Efison