Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sumbar Dikepung Bencana Longsor, Dekat Perbatasan Riau-Sumbar Masih Mengkhawatirkan

Novitri Selvia • Selasa, 2 Januari 2024 | 09:58 WIB
TAK BOLEH LENGAH: Jalan penghubung Kota Bukittinggi- Kabupaten Tanahdatar di Jorong Kotogadang, Nagari Kotogadang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sempat tertutup longsor dari pukul 04.00 hingga 14.00, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)
TAK BOLEH LENGAH: Jalan penghubung Kota Bukittinggi- Kabupaten Tanahdatar di Jorong Kotogadang, Nagari Kotogadang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sempat tertutup longsor dari pukul 04.00 hingga 14.00, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)
Berbagai bencana alam belum kunjung berhenti menerjang sejumlah daerah di Sumbar. Selain longsor di Kabupaten Solok, Agam, dan Kota Sawahlunto, juga ada banjir di Dharmasraya dan Pasaman. Di sisi lain, Gunung Marapi pun masih meletus.

Kemarin, jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Solok Selatan tertimbun longsor pada pukul 05.00 WIB. Tepatnya di Nagari Lolo, Kecamatan Pantaicermin.

Akibatnya arus lalu lintas macet total. Hingga Senin pukul 19.45 Wib, para petugas masih membersihkan material longsor.  Material longsor menutupi jalan sepanjang 100 meter dengan tinggi 10 meter.

“Skalanya besar. Jadi agak sulit membersihkannya. Apalagi juga banyak pohon yang tumbang menutup jalan. Doakan saja cepat selesai,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi.

Di kawasan lain juga ada beberapa titik longsor dengan intensitas kecil. Seperti di Nagari Batubajanjang, Kecamatan Tigolurah, kemudian di X Koto Diatas, serta beberapa nagari lainnya.

”Seluruh titik yang longsor itu sudah berhasil diatasi, dan akses jalan yang mengganggu aktivitas warga juga sudah mulai lancar,” ungkapnya.

Bupati Solok Epyardi Asda meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, cepat tanggap dalam penanganan bencana. Juga harus ada koordinasi berkelanjutan antar OPD.

“OPD lain juga harus turun, agar akurasi data akibat dampak bencana bisa didapatkan sehingga kita bisa menentukan langkah berikutnya dengan mudah,” jelasnya. Intensitas hujan yang tinggi juga memicu longsor di Kabupaten Agam, kemarin. Dampaknya juga menutupi dua titik ruas jalan.

Sekretaris BPBD Agam Olkawendri menyampaikan, longsor pertama terjadi di Jorong Kotogadang, Nagari Kotogadang, Kecamatan Baso sekitar pukul 04.00. Ini menutup badan jalan sepanjang 12-20 meter dengan ketinggian 1-1,5 meter.

Akibatnya, jalan provinsi yang menghubungkan Kota Bukittinggi-Kabupaten Tanahdatar sempat tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Namun jalan sudah bisa dilewati kendaraan sekitar pukul 14.00, setelah material dibersihkan dengan alat berat.

Kemudian longsor juga terjadi di Kelok 5 Pendakian Bukikapik Sianok, Nagari Sianok VI Suku, Kecamatan Ampekkoto sekitar pukul 13.36. Di sini menutupi jalan sepanjang 8-10 meter dan tinggi 1-1,5 meter. Bencana terjadi sekitar pukul 13.36.

Jalan itu pun tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, karena tanahnya masih labil dan masih terjadi longsor. “Kita telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam untuk membersihkan material tanah longsor menggunakan alat berat,” katanya.

Masih Ada Penyempitan

Sementara itu, kondisi jalan nasional Sumbar-Riau sepanjang Kecamatan Harau hingga Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota serta dekat perbatasan antar Provinsi Riau dan Sumbar, masih mengkhawatirkan. Sejumlah titik masih terdapat penyempitan jalan, akibat belum tuntasnya pembersihan material longsor.

Hal itu terpantau di kawasan Lubuakjantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Kendaraan hanya bisa lewat satu jalur saja. Sehingga terpaksa dilakukan buka tutup jalur yang dibantu warga setempat.

“Masih belum tuntas, memang ada material longsor yang belum sepenuhnya bisa dibersihkan dari badan jalan,” sebut Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol, Senin (1/1) sore.

“Kita belum tahu apa alasanya, masih tertinggalnya pembersihan tanah di badan jalan nasional Sumbar-Riau di beberapa titik. Sehingga tetap menghambat akses jalan dua arah,” tambah Rahmadinol.

Berdasarkan informasi pengguna jalan, dalam beberapa hari terakhir, akibat intensitas hujan yang masih tinggi, kondisi jalan lintas Sumbar-Riau mulai dari Fly Over Kelok 9 hingga perbatasan Riau, longsor berskala kecil hingga besar terlihat hampir merata di sepanjang sisi tebing di kanan dan kiri jalan.

Sebelum Bandrek House ada longsor yang membuat rumah tower seluler tergantung pondasinyaA. da juga tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) yang di bagian bawahnya terjadi longsor. Sehingga dikhawatirkan, saat kembali diguyur hujan akan menyebabkan longsor dan berpotensi robohnya tower.

Sementara, jalan yang terban di dekat Bandrek House, sudah lancar dilalui karena sisi ke tebing ditimbun dan diperbesar. Hanya saja sejak tiga hari lalu, di bekas tanah terban besar di Koto Alam sebelumnya, jalannya juga mulai amblas. Saat ini dijaga warga dengan sistem buka tutup.

Kemudian di posisi Riau, tak jauh dari perbatasan antar provinsi longsor juga turun. Meski belum menutup jalan, namuni warga berinisiatif mengarahkan kendaraan ke sisi yang lebih aman.

“Banjir di Pangkalan, kita lihat masih parah. Rumah-rumah warga masih banyak yang terendam. Namun jalan Sumbar Riau bisa dilewati. Warga terlihat meminta sumbangan untuk pengungsi,” ucap Direktur Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi yang melintasi daerah tersebut Minggu (31/12/2023).

Salah seorang pengguna jalan, Sofiati yang berangkat dari Kabupaten Limapuluh Kota sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (31/12) dini hari menyebutkan, kondisi jalan masih aman dilewati.

“Memang ada terlihat dinding tebing ada yang longsor, namun tidak menutupi badan jalan. Alhamdulillah, pukul 09.30 WIB kami sudah sampai di Pekanbaru,” terang Sofiati, kemarin.

Rahmadinol pun membenarkan, kondisi jalan Sumbar-Riau masih mengkhawatirkan dan pengendara diminta untuk terus berhati-hati. ”Jalan terban di dekat Bandrek House tengah diperbaiki, hanya saja jalan amblas beberapa tahun lalu yang di Nagari Kotoalam, kembali amblas. Ini yang saat ini mengkhawatirkan kita,” terangnya, Minggu pagi lalu.

Kemudian banjir yang masih terjadi di Pangkalan Koto Baru hingga Kecamatan Kapur IX, kata Rahmadinol, juga masih belum aman sepenuhnya. Sejumlah titik masih terendam, pemukiman dan juga lahan perkebunan serta akses jalan masih ikut terendam. Selain itu, adanya tower Sutet yang bagian bawahnya terjadi longsor, sudah dikoordinasikan dengan PLN.

Jalinsum Silungkang Buka Tutup

Sistem buka tutup jalan juga diberlakukan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Silungkang, Kota Sawahlunto. Sebelumnya, pada Jumat (29/12), jalan ini juga dilanda longsor. Tepatnya di Silungkangoso, Kecamatan Silungkang. Buka tutup dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

Seiring dengan itu, perbaikan pun sudah dilakukan pihak terkait di titik terjadinya longsor. Diantaranya adalah pengecoran sisi bahu jalan yang amblas, dan perbaikan bagian bawah badan jalan yang sempat membentuk lorong besar akibat digerus luapan air sungai.

Sebagaimana diketahui, hujan lebat turut mengguyur kawasan Sijlungkang pada hari Sabtu (29/12) malam lalu, dan aliran sungai di sisi bawah ruas jalan meluap hebat hingga mengakibatkan sisi tebing sebelah kanan dari arah Sawahlunto-Kabupten Solok runtuh dihantam air bah. Tak ayal lebih separoh badan jalan turut patah dan amblas ke jurang.

Kapolres Sawahlunto AKBP Purwanto Hari Subekti mengungkapkan, akses lalu lintas di titik bekas longsor saat ini menerapkan sistem satu jalur, sehingga para mengendara dari kedua atah harus melintas secara bergantian.

Untuk pengaturan arus lalu lintas, Polres Sawahlunto hingga beberapa hari kedepan akan terus menyiagakan sejumlah personel Satlantas dan Polsek Muarokalaban, dibantu petugas Dishub, relawan/masyarakat setempat.

Para pengendara diminta agar tetap tenang, sabar, tertib, menunggu giliran lewat sesuai antrean. “Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas kami juga telah memasang security barrier dan garis polisi,” ucapnya.

Khusus kendaraan truk yang bermuatan untuk sementara waktu diintruksikan melewati jalan alternatif Sitangkai, Sijunjung – Batusangkar – Solok. (frk/ptr/fdl/atn) Editor : Novitri Selvia
#jalan sumbar-riau #Kecamatan Tigolurah #PUTR Agam #longsor #Irwan Efendi #Bencana Longsor di Sumbar #banjir #Nagari Batubajanjang #epyardi asda #bpbd kabupaten solok