”Pasca erupsi pada Minggu (3/12/2023), erupsi lanjutan masih terjadi. Jumlah erupsi cenderung menurun secara fluktuatif. Namun sebaliknya, jumlah gempa low frekuensi dan vulkanik dalam, cendrung meningkat,” sebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan dalam keterangan tertulisnya terkait evaluasi aktivitas Marapi sejak 9 hingga 15 Januari, kepada Padang Ekspres, Kamis (18/1).
Menurutnya, itu indikasi pasokan magma dari kedalaman masih terjadi dan cenderung meningkat. Emisi SO2 atau belerang yang masih tinggi, juga menjadi indikator lain yang menunjukan bahwa aktivitas Marapi masih tinggi. Sehingga, status siaga atau level III belum bisa diturunkan.
”Gempa letusan dan gempa hembusan, disertai tremor menerus. Kemudian untuk data SO2 dari satelit sentinel, menunjukan laju emisi yang tergolong tinggi. Hal ini juga menunjukan saat ini bahwa erupsi saat ini bersifat magmatik,” tambahnya.
Berbicara terkait potensi bencana, Kepala PVMBG ini meminta masyarakat untuk terus siaga terutama bagi yang ada di radius 4,5 km. ”Jika pasokan magma dari kedalaman terus berlangsung dan cendrung meningkat, maka erupsi dapat terjadi dengan energi yang lebih besar. Ada potensi lontaran material vulkanik dengan jangkauan wilayah mencapai radius 4,5 kilometer dari pusat kawah Verrbeek,” ujarnya.
Ia memaparkan, untuk sebaran abu vulkanik dapat menyebar ke wilayah yang lebih luas dan sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. ”Meterial erupsi yang jatuh di bagian puncak dan lereng saat bercampur air hujan dapat menjadi lahar. Karena itu ada potensi lahar bagi aliran air yang berhulu di Gunung Marapi,” tekannya.
Dia menambahkan, ada potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti gas CO, CO2, SO2, dan H2S terutama di area sekitar puncak Gunung Marapi. Sebab itu dia merekomendasi masyarakat tidak memasuki radius 4,5 kilometer dari kawah Verbeek. Kemudian menggunakan masker, serta pelindung mata dan kulit untuk menekan dampak negatif dari abu vulkanik terhadap kesehatan.
Rekomendasi berikutnya untuk masyarakat yang bermukim di sekitar aliran air yang berhulu ke Gunung Marapi agar mewaspadai ancaman lahar. Kemudian ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan menyebarkan berita hoaks. (r) Editor : Admin Padek