“Polda Sumbar telah mempersiapkan strategi pengamanan yang matang untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode masa tenang ini. Upaya pencegahan konflik dan pelanggaran hukum ini menjadi prioritas utama Polri guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sumbar yang juga Kasatgas Humas dalam Operasi Mantap Brata Singgalang 2024 Kombes Pol Dwi Sulistyawan.
Ia menyebutkan sejumlah langkah konkret telah diambil oleh Polda Sumbar, termasuk peningkatan patroli di seluruh wilayah, pemantauan intensif terhadap potensi kerawanan.
Serta peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Polda Sumbar juga telah memperkuat kehadiran di titik-titik strategis, seperti tempat pemungutan suara dan pusat perhitungan suara. Ini guna mencegah terjadinya gangguan atau intimidasi,” tegasnya.
Selain itu, Polda Sumbar juga melakukan pendekatan secara preventif dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kedamaian selama masa tenang Pemilu. Upaya ini dilakukan melalui kampanye publik, penyuluhan, dan dialog langsung dengan berbagai elemen masyarakat.
“Meskipun tantangan dan potensi gangguan tetap ada, Polda Sumbar berkomitmen untuk bertindak tegas dan cepat dalam menanggapi setiap insiden yang mungkin terjadi,” tuturnya.
Ia mengatakan Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya Pemilu yang bersih, adil, dan demokratis.
”Dengan langkah-langkah yang telah diambil tersebut, diharapkan bahwa Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai,” tukasnya.
Sebelumnya, Polda Sumbar mengerahkan 1.141 personel untuk pengamanan untuk tahapan pemungutan suara Pemilu 2024 pada Operasi Mantap Brata Singgalang 2024. Para personel ini akan digeser ke-16 Polres dan Polresta di jajaran Polda Sumbar sesuai permintaan dari Polres.
Ke-16 Polres tersebut yakni Polresta Padang, Polresta Bukittinggi, Polres Pesisir Selatan, Polres Agam, Polres Padangpariaman, Polres Pariaman, Polres Pasaman Barat.
Kemudian Polres Pasaman, Polres Limapuluh Kota, Polres Tanahddatar, Polres Solok. Polres Solok Selatan, Polres Sawahlunto, Polres Dharmasraya, Polres Sijunjung dan Polres Kepulauan Mentawai.
Sedangkan tiga Polres lainnya yang tidak ada penambahan personel dari Polda Sumbar. Pasalnya Polres tersebut telah mencukupi personelnya saat tahap pungut suara.
“Personel yang digeser (BKO) ke Polres-polres ini ada yang bertugas untuk pengamanan di TPS, atau standby di Polres maupun di Polsek,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan. (rid) Editor : Novitri Selvia