Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa Pesisir Selatan akibat Deformasi Batuan dalam Lempeng Eurasia

Heri Sugiarto • Rabu, 20 Maret 2024 | 16:27 WIB
Gempabumi Pesisir Selatan tergolong dangkal akibat deformasi batuan dalam Lempeng Eurasia. (peta: BMKG)
Gempabumi Pesisir Selatan tergolong dangkal akibat deformasi batuan dalam Lempeng Eurasia. (peta: BMKG)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 (update dari sebelumnya 5,3) mengguncang wilayah Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Rabu (20/3) pukul 15.24.57 WIB.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa terjadi pada koordinat 2,12° LS ; 100,42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 Km arah Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada kedalaman 43 km.

Gempabumi ini tergolong dangkal akibat deformasi batuan dalam Lempeng Eurasia. Mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi terasa di Pesisir Selatan, Mukomuko, Sungai Penuh dengan skala II - III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) , dan Kota Padang dengan skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. BMKG mengatakan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 15.50 WIB, belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," katanya.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Lempeng Eurasia #daryono #bmkg #Deformasi Batuan #gempa hari ini #gempa sumbar #gempa pesisir selatan