Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang memegang kompetensi utama ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 392/PWI-P/LXXVIII/2024 tertanggal 20 Mei 2024.
Adrian yang akrab disapa Toaik, akan bersaing dengan tiga kandidat lain untuk memperebutkan kursi Ketua PWI Sumbar, yaitu Almudazir, Heranof Firdaus, dan Widya Navies.
Selain itu, PWI Pusat juga menetapkan dua calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar, yaitu Eko Yance Endrie dan Zul Effendi.
Adrian menyatakan rasa syukur atas penetapan dirinya sebagai calon Ketua PWI Sumbar. Ia mengaku telah melakukan pendekatan kepada para pemilih untuk mendapatkan dukungan. Sesuai daftar pemilih tetap, sebanyak 300 orang yang berhak memilih.
"DPT 300 pemilih, saya sudah melakukan pendekatan kepada pemilih di KLB. Suara sementara lumayan signifikan. Untuk PWI hebat, kita butuh ketua yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan anggota, tanpa menggadaikan kemuliaan profesi," ungkap Toaik.
Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sumbar akan diadakan di Padang pada Rabu, 22 Mei 2024. Dalam KLB tersebut, para anggota PWI Sumbar akan memilih Ketua PWI Sumbar dan Ketua DKP PWI Sumbar untuk periode lima tahun ke depan.
Menurut Toaik, PWI Sumbar ke depan harus lebih baik terutama dalam perannya mengayomi wartawan dengan meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan serta perlindungan menjalankan profesi.
"Kita benahi organisasi ini agar lebih baik, terutama dalam mendorong peningkatan kompetensi dan kesejahteraan wartawan serta pers bebas dari intimidasi dan kriminalisasi," tegas Toaik.
Menurut Toaik, selain uji kompetensi yang rutin digelar PWI selama ini, perlu ada program yang baru bagi anggota PWI Sumbar. Anggota perlu terus diberikan pelatihan, seminar dan workshop terutama terkait tugasnya sebagai jurnalis.
"Jadi, diskusi dan seminar perlu dirutinkan untuk brainstorming anggota PWI Sumbar. Sehingga ketika mengikuti UKW muda, madya dan utama, mereka memiliki pemahaman yang lebih luas lagi," kata Toaik.
Kegiatan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan PWI Sumbar, katanya, juga harus diperkuat. Begitu juga dengan sesama anggota. "Ini sangat penting dalam menjaga kesolidan kita. Kalau bukan kita bersama sahabat seprofesi, siapa lagi?" tambahnya.(*)