PADEK.JAWAPOS.COM—Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Padang bersama Budiman Peduli melakukan khitanan massal di Budiman Swalayan Bypass Padang, Sabtu (6/7/2024). Sunatan gratis ini diikuti oleh 150 anak dari seantero Kota Padang.
Ketua BSMI Sumbar dr Fitria Heny mengatakan kerja sama bidang kesehatan dengan Budiman Peduli ini untuk pertama kalinya dilakukan. Khitanan massal dilakukan di tiga kota, yakni Bukittinggi, Padang, dan Payakumbuh, dengan target 300 anak. Di Bukittinggi mengkhitan 100 anak pada Kamis (4/7), dan di Padang 150 anak pada Sabtu dan Minggu (7/7). Sisanya setelah ini, 50 peserta di Kota Payakumbuh.
"Sunatan massal ini kerja sama pertama dengan Budiman Peduli yang juga baru terbentuk. Jadi di masing-masing lokasi tentunya melibatkan secara aktif BSMI Cabang. Kenapa baru sekarang digelar? Karena memang baru deal pelaksanaannya dengan Budiman Peduli, ya waktunya memang sudah menjelang anak-anak Sekolah Dasar akan kembali ke sekolah," ujar dr Fitria Heny.
Teknis pelaksanaan khitanan massal di Padang ini intinya dilakukan oleh tenakes yang bergabung dalam BSMI Cabang Padang.
“BSMI siap bekerja sama dengan segenap komunitas yang ada di Kota Padang dalam hal kegiatan sosial dan kemasyarakatan, terutama bidang kesehatan,” ungkap Ketua BSMI Cabang Padang, dr Anfal Kaifa.
Sedangkan Kabid Humas BSMI Padang dr Dani Maulana Junia berharap kegiatan selama dua hari tersebut memberikan manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Proses khitan dilakukan secara konvensional, berlangsung 20-25 menit. BSMI memberikan obat dan vitamin untuk setiap anak, sedangkan Budiman Peduli menyiapkan juga oleh-oleh untuk setiap anak untuk dibawa pulang," ujar dr Dani EmJe.
Sementara itu, GM Operasional Budiman Swalayan, Syukrinaldi Eka Putra, mengatakan, peserta khitanan massal ini dicari dari lingkungan Budiman Swalayan yang tersebar di 10 lokasi Budiman.
“Jadi kita kerahkan karyawan untuk mencari anak-anak yang akan dikhitan, tentunya dengan memprioritaskan dari keluarga-keluarga yang paling membutuhkan. Selain itu kita informasikan juga di medsos Budiman Swalayan, sehingga berhasil diperoleh 150 orang anak,” ungkap Syukrinaldi, didampingi Ketua Budiman Peduli Mahendra.
Mahendra menambahkan, Budiman Peduli memang baru terbentuk kepengurusannya. Ke depan akan banyak lagi kegiatan sosial kemasyarakatan yang akan dilakukan.
“Setiap anak diberi bingkisan berupa kain sarung, makanan dan minuman,” ujar Mahendra, dan berharap akan banyak lagi terjalin kerja sama dengan pihak-pihak lainnya.
Sementara itu, Raimah dan suaminya terlihat setia duduk di bangku yang disiapkan panitia. Raimah rupanya tengah menunggu cucunya yang sedang disunat. “Cucu ambo, Raif (9) sedang disunat. Mungkin sebentar lagi selesai,” üjar warga Air Tawar belakang UNP ini.
Raimah mengaku sangat terbantu adanya sunatan massal dari Budiman Peduli dan BSMI Padang tersebut. ”Biaya sunat itu kan mahal, ambo dengar lebih dari Rp500 ribu. Jadi terbantu sekali, Nak,” ujar Raimah. (*)
Editor : Hendra Efison