Pengurus bank sampah kemudian mencatat setiap jenis dan berat sampah yang ditimbang. Mulai dari botol plastik dan kaca, kaleng bekas hingga kardus. Sampah itu menjadi tabungan.
Amrizal Rengganis saat meresmikan Bank Sampah Permata mengapresiasi tinggi kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan. "Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat di sini peduli dengan lingkungan dan hidup sehat," ujarnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan Bank Sampah Permata juga memberikan dampak positif bagi ekonomi warga.
Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, kini dapat diubah menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mendirikan bank sampah karena mendukung program pemko dalam mewujudkan Kota Padang yang bersih dan sehat," ujar Amrizal didampingi Lurah Surau Gadang Rustam dan Ketua RT 07 Kompleks PSG Desriandi.
Amrizal berharap apa yang dilakukan oleh warga di Kompleks Permata Surau Gadang ini bisa menginspirasi warga di wilayah lainnya di Nanggalo untuk melakukan hal serupa.
"Apalagi, pengelolaan sampah dari sumbernya yang ditopang keberadaan bank sampah ini bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA," imbuhnya.
Direktur Bank Sampah Permata Kenny Kurniasih mengatakan, keberadaan bank sampah ini sangat penting sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat, terutama ibu-ibu agar memilah sampah organik dan non-organik di rumah tangga menjadi tambahan pendapatan.
"Jadi, selain lingkungan kompleks kita tetap bersih dan sehat, ibu-ibu bisa mendapatkan uang tambahan atau cuan dari sampah yang selama ini dianggap tidak berguna," katanya.
Menurut Kenny, para pengurus bank sampah akan membeli sampah dari masyarakat dan memberikan nilai lebih jika telah memilah dan membersihkannya sejak dari rumah.(*)