Penjabat Wali Kota Padangpanjang, Sonny Budaya Putra, mengapresiasi keberadaan perguruan yang terus menghasilkan insan-insan berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Diniyyah Puteri telah dan masih akan terus melahirkan ribuan alumni yang sudah dan akan berkiprah di berbagai bidang, menyebar di seluruh Indonesia dan dunia sesuai motto 'Mendidik Generasi dalam Ridho Ilahi,'” ungkap Sonny.
Sonny menambahkan bahwa Pemko Padangpanjang menyambut baik syukuran usia 101 Diniyyah Puteri yang telah mewarnai sejarah pendidikan di kota tersebut sejak 1923.
Sonny juga menyampaikan tantangan di era Revolusi 4.0, di mana Diniyyah Puteri mesti memanfaatkan teknologi secara optimal.
Menurutnya, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi pada 2045, dengan 70% penduduk berada pada usia produktif.
Oleh karena itu, semua lembaga pendidikan, termasuk Diniyyah Puteri, harus menyusun strategi untuk tetap eksis dan unggul dalam menghadapi tantangan tersebut.
Fauziah Fauzan El Muhammady, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, menjelaskan bahwa sejak didirikan pada 1 November 1923, sekolah ini telah mencetak banyak prestasi dan kontribusi untuk agama dan bangsa.
Diniyyah Puteri dikenal dengan Kurikulum Quba dan baru-baru ini mendapatkan pengakuan dari Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, yang memungkinkan lulusan masuk tanpa tes.
Dalam tausiahnya, Ustad Bachtiar Nasir mengajak santri untuk menjadi pribadi yang saleh dan berilmu, serta mampu menghadapi tantangan di era kemajuan teknologi.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesucian dan integritas di tengah perkembangan zaman yang cepat.
“Santri harus menguasai gadget, bukan sebaliknya, agar bisa belajar dan bekerja dengan lebih efektif,” tegasnya.
Dengan semangat menyongsong abad ke-2, Diniyyah Puteri berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pendidikan berkualitas di Kota Padangpanjang dan Indonesia secara umum.(*)
Editor : Heri Sugiarto