Dikutip laman magma.esdm.go.id, letusan gunung berapi yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Bukittinggi ini menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan pengamatan, kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 3.891 meter di atas permukaan laut.
Material vulkanik yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, menyebar ke arah utara dan timur laut. Hingga laporan ini diterbitkan, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.
Merespons peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi ESDM mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan.
Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang keras memasuki zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas yang berada di Kawah Verbeek Gunung Marapi.
Peringatan khusus juga ditujukan kepada warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi. Mereka diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan saluran pernapasan atau ISPA," demikian bunyi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi ESDM tersebut.
Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin No.168, Bukittinggi.
Dalam situasi ini, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi (hoax). Warga diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah dan hanya memperoleh informasi dari sumber-sumber terpercaya.
Untuk memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi terkait Gunung Marapi, masyarakat dapat mengakses beberapa platform resmi, di antaranya, Website Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id), Website PVMBG (https://vsi.esdm.go.id), Website Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), Aplikasi Magma Indonesia yang tersedia di Google Playstore, Media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram @pvmbg_).
Pemantauan aktivitas Gunung Marapi akan terus dilakukan secara intensif oleh PVMBG untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar gunung berapi tersebut. (*)
Editor : Hendra Efison