Sekretaris Universitas Unand Dr Aidinil Zetra menyebut bahwa, pihaknya sudah menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan tenaga kependidikan pegawai tidak tetap, besok Kamis (27/2), sekitar pukul 09.00 WIB.
"Insya Allah, besok pagi Rektor bertemu dengan tendik. Tentu, harapannya ditemukan titik terang terhadap persoalan tersebut," ujar Aidinil, sembari menyebut bahwa Rektor Unand Efa Yonnedi sedang berada di luar daerah.
Sedangkan Direktur SDM Unand, Ampera Warman menekankan bahwa pihaknya tidak pernah mengabaikan hak-hak pegawai tendik di bawah naungan Unand. Tahun 2024 sudah dinaikkan gajinya sesuai standar gaji PNS, dari sebelumnya gaji mereka sudah pegawai negeri.
Tahun berjalan, pertengahan tahun ada lagi perubahan peraturan pegawai negeri. "Kita lakukan analisa, evaluasi dan memberikan pertimbangan atas aspirasi tendik ini," ujar Ampera.
Seperti diberitakan, ratusan Tendik PTT menggelar aksi dengan longmarch dari gedung UPT Bahasa Unand dan berakhir di depan gedung Rektorat. Massa aksi berpandangan bahwa seiring alih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), pimpinan bisa memenuhi harapan mereka. Namun, sejauh ini belum juga jelas nasib mereka.
"Sebelumnya kami berstatus pegawai non PNS, namun sekarang statusnya menjadi pegawai tidak tetap," ujar Ketua Asosiasi PTT Unand, Haria Eko.
Menurutnya, ada sekitar 878 PTT yang menggantungkan harapan pada kebijakan pimpinan kampus, apalagi saat ini kebijakan pemerintah telah mengangkat status honorer di instansi pemerintah menjadi PPPK.
Pihaknya mengaku sudah berulang kali memperjuangkan aspirasinya kepada pimpinan kampus, namun sejauh ini belum ada kejelasan. Padahal, masa kerjanya belasan sampai 20 tahun. Bila tidak ada juga kejelasan, mereka melayangkan surat DPR RI melalui Komisi I, Komisi II dan Komisi III. (*)
Editor : Hendra Efison